Ketua Forum Pemred SMSI Sesalkan Pernyataan Hasan Nasbi, Ingatkan Pentingnya Empati terhadap Kebebasan Pers

Ketua Forum Pemred SMSI Sesalkan Pernyataan Hasan Nasbi, Ingatkan Pentingnya Empati terhadap Kebebasan Pers
Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, terkait insiden pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, terkait insiden pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica). Menurutnya, tanggapan Hasan dinilai tidak sensitif dan kurang mencerminkan dukungan terhadap kebebasan pers.

“Kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Ancaman terhadap jurnalis bukan hal yang bisa dianggap enteng. Pejabat negara seharusnya menunjukkan empati dan sikap tegas dalam membela kebebasan pers,” tegas Dar Edi Yoga, didampingi Sekjen Forum Pemred SMSI, Penerus Bonar, pada Sabtu (22/3/2025).

BACA JUGA: Ketua SMSI Sumut Dukung Kapolda Whisnu Hermawan Berantas Narkoba: “Ini Musuh Besar Sumut!”

Ancaman terhadap Jurnalis, Ancaman bagi Demokrasi

Menurut Dar Edi Yoga, kasus ini tidak hanya menyangkut intimidasi terhadap seorang jurnalis, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers di Indonesia. Ia menekankan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara jelas menjamin perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

“Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus segera ditemukan dan diproses secara hukum agar tidak menciptakan preseden buruk bagi kebebasan pers,” lanjutnya.

Saran untuk Hasan Nasbi: Lebih Bijak dalam Berkomentar

Selain menyayangkan pernyataan Hasan Nasbi, Dar Edi Yoga juga memberikan saran agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam memberikan komentar terkait isu sensitif.

“Sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, ucapan beliau pasti memiliki dampak luas. Kami berharap beliau lebih bijak dan menunjukkan sikap yang mencerminkan dukungan terhadap kebebasan pers serta perlindungan terhadap jurnalis,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK Sergai Dilantik, Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya Siap Perkuat Program Kesejahteraan Keluarga

Jurnalis Harus Dilindungi, Bukan Diintimidasi

Lebih lanjut, Dar Edi Yoga menegaskan bahwa jurnalis berperan penting dalam menjaga transparansi dan demokrasi. Oleh karena itu, segala bentuk ancaman terhadap mereka harus ditindak tegas, bukan justru dianggap remeh.

“Kami mengajak seluruh insan pers untuk tetap solid dan tidak gentar dalam menjalankan tugas jurnalistik. Tekanan dan intimidasi tidak boleh menghambat hak publik atas informasi yang independen dan terpercaya,” tutupnya. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait