MEDAN | kliksumut.com – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Drs. Imam Suyudi Bc.IP SH MH meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) menindak banyaknya bisnis perjudian di Sumatera Utara, sehingga membuat resah warga terutama adanya oknum diduga Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan bisnis perjudian.
“Kalau kegiatan yang bersangkutan diduga judi dan hal tersebut sudah melakukan pelanggaran tindak pidana di Indonesia,” jelas Kepala Kanwil HAM Sumut, Drs. Imam Suyudi Bc.IP SH MH kepada kliksumut.com melalui pesan WhatsApp, Senin (7/3/2023).
BACA JUGA: Kanwil Kemenkumham Sumut Sidak Mendadak Ke Lapas TBA
Imam Suyudi tentunya juga meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan proses penindakkannya sesuai peraturan yang belaku, sehingga tidak ada lagi adanya perjudian di negara ini.
“Tentunya pihak APH yang akan melakukan proses penindakkanya sesuai peraturan yang berlaku. Kami mendukung saja penegakkan hukum yang dilakukan oleh APH,” sebut Imam Suyudi yang yakin bahwa APH akan memberantas adanya bisnis yang dilarang oleh undang-undang.

Sebelum Imam Suyudi menanggapi ini dan viralnya berita yag berjudul “Lapor Pak, Kami Warga Resah Cai Ke Alias Ceeng Siong Alias Edy Diduga Buka Lasvegas Di Areal Lahan Berpagar Biru” yang berisikan bahwa adanya lokalisasi lahan berpagar biru diduga telah disulap menjadi lasvegas yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah yang menjadi pecandu judi. Tak heran jika omzet lasvegas yang disebut sebut milik pendatang imigran illegal atau Warga Negara Asing (WNA), dipanggil bos Cai Ke Alias Ceeng Siong Alias Edy itu mencapai ratusan juta perhari.
Dari pantauan awak media, tampak lokasi berpagar biru dan paduan cat tembok coklat muda, keramaian mulai tampak di sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu pagar langsung dibuka penjaga ketika pengunjung berdatangan dengan mengendari mobil dan sepeda motor.
“Lihat bang, pagar dibuka kalau ada pengunjung datang. Jam 11 lah mumai berdatangan sampai pagi,” kata Ramli yang mengaku salah satu warga sekitar yang resah dengan keberadaan lokalisasi yang diduga kuat lasvegas.
Kemudian diketahui bila lokasi tersebut merupakan lokasi baru yang beroperasi sekitar 2 bulan lalu.
“Pastinya buka kapan kami pun kurang monitor. Karena awalnya kami curiga banyak yang datang ke lokasi sedangkan didalam keknya hanya tinggal lahan kosong. Kami curiga sebulan inilah,” lanjut Ramli.
Sementara itu, warga lain oun menyebut nama yang diduga pemilik dan pembuka lahan lasvegas ini.
“Kami dengar ada nama panggilan bos Edy, kalau nama aslinya disebut Cai Ke Alias Ceeng Siong, yang tinggal di Lubuk Pakam,” sebut Rusdi.
Sedangkan awak media yang hendak meninjau ke lokasi dihadang petugas jaga. Sehingga konfirmasi belum berkenan diberikan pihak pengelola terkait dugaan lokalisasi lasvegas ini.
“Dari mana bang, kalau dari media kami no koment ya,” ujar petugas jaga menolak pertanyaan sejumlah awak media yang datang.
Meski demikian investigasi ini akan terus dilakukan awak media. Mengingat perjudian sudah menjadi atensi aparat Polri dan TNI untuk ditindak.
Karena ada keresahan warga yang muncul disertai kondisi nyata perjudian ini memiskinkan warga yang bermain. (Red/tim)








