KLIKSUMUT.COM | DENPASAR – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi manajemen usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu tumbuh berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika industri. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan Business & Export Development Organization (BEDO) dalam penyelenggaraan Program Manajemen, Akselerasi, dan Transformasi (MANTRA) Bali.
Program MANTRA dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM fesyen dan kriya melalui penerapan praktik manajemen yang bertanggung jawab, kolaboratif, dan berkelanjutan berbasis metode ILO-Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (ILO-SCORE).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan manajemen usaha merupakan faktor kunci dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan IKM nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada tata kelola usaha yang efisien dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
“Program MANTRA menjadi instrumen penting Kementerian Perindustrian dalam membangun kapasitas manajerial IKM, agar pelaku usaha mampu mengelola sumber daya secara efektif, meningkatkan kualitas kerja, serta memperkuat daya saing produk fesyen dan kriya nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Program MANTRA Bali dilaksanakan pada 12 November hingga 12 Desember 2025 melalui rangkaian kegiatan terpadu, mulai dari sosialisasi dan kick-off, kurasi peserta, pembelajaran kelas, kunjungan industri, coaching langsung di lokasi usaha, hingga presentasi hasil akhir.
Pendekatan komprehensif ini membantu pelaku IKM mengidentifikasi tantangan utama di lingkungan kerja, menyusun rencana perbaikan, serta mengimplementasikan perubahan nyata dalam aspek produktivitas, efisiensi, kualitas kerja, dan hubungan industrial.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan bahwa peningkatan produktivitas IKM harus dimulai dari pembenahan manajemen dan sistem kerja di tingkat usaha.
BACA JUGA: JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026
“Program MANTRA Bali menjadi contoh konkret bagaimana penataan manajemen produksi, penguatan disiplin kerja, serta kolaborasi antara manajemen dan pekerja mampu mendorong produktivitas IKM. Transformasi cara kerja ini penting agar IKM fesyen dan kriya semakin efisien, adaptif, dan berdaya saing,” ungkap Reni.
Sebanyak empat IKM terpilih mengikuti Program MANTRA Bali, yaitu Geokraft (Kota Denpasar), Amod Bali (Kabupaten Gianyar), Jaya Dewata (Kabupaten Gianyar), dan TB Shop (Kabupaten Badung).
Masing-masing peserta melakukan perbaikan bertahap sesuai kondisi awal usaha, antara lain:
-
Geokraft memperkuat pengendalian produksi melalui papan monitoring order, pengarsipan pola, dan pengelompokan material sisa.
-
Amod Bali menerapkan sistem pemantauan progres produksi berbasis timeline serta penataan dan pelabelan material kerja.
-
Jaya Dewata meningkatkan keselamatan dan keteraturan kerja dengan penyediaan fasilitas P3K dan pelabelan bahan baku.
-
TB Shop menata serta memberi label area kerja untuk memperjelas alur produksi dan memudahkan pengawasan.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menambahkan bahwa MANTRA Bali tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan budaya kerja pelaku IKM.
BACA JUGA: Impor Indonesia 2025 Tembus US$218 Miliar, Nonmigas Jadi Motor Kenaikan
“Melalui MANTRA Bali, kami mendorong IKM berbenah dari aspek paling mendasar dengan membangun manajemen yang tertata, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan daya saing ke depan,” jelasnya.
Ke depan, BPIFK berharap Program MANTRA Bali dapat menjadi model pengembangan IKM fesyen dan kriya berbasis manajemen berkelanjutan, yang mampu meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi proses usaha, kualitas hubungan kerja, serta memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional. (KSC)
TIM REDAKSI







