Impor Indonesia 2025 Tembus US$218 Miliar, Nonmigas Jadi Motor Kenaikan

Impor Indonesia 2025 Tembus US$218 Miliar, Nonmigas Jadi Motor Kenaikan
Badan Pusat Statistik (BPS)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh impor nonmigas yang terus menguat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan, total nilai impor Indonesia mencapai US$218,02 miliar, tumbuh 2,03% secara tahunan. “Impor nonmigas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan total impor,” ujar Pudji dalam rilis resmi BPS, Senin (5/1/2026).

Data BPS menunjukkan, nilai impor nonmigas naik US$7,90 miliar atau 4,37% dibanding periode Januari–November 2024. Sebaliknya, impor migas mengalami penurunan cukup dalam, US$3,56 miliar atau 10,81%, terutama karena berkurangnya impor minyak mentah dan produk olahan minyak. Pudji merinci, impor minyak mentah turun US$1 miliar (10,61%) dan impor hasil minyak menyusut US$2,56 miliar (10,89%).

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Bambu Nasional dari Hulu ke Hilir

Berdasarkan jenis barang, peningkatan terbesar terjadi pada barang modal. Nilai impor barang modal mencapai US$44,81 miliar, naik 18,54% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor bahan baku dan barang penolong turun 1,46% menjadi US$153,20 miliar, dan barang konsumsi menyusut 2,02% menjadi US$20,01 miliar, mencerminkan tekanan pada permintaan konsumen domestik.

Bacaan Lainnya

Secara bulanan, nilai impor Indonesia pada November 2025 tercatat US$19,86 miliar, naik tipis 0,46% dibanding November 2024. Namun, impor nonmigas pada bulan yang sama justru menurun 1,15% menjadi US$17,00 miliar.

Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya mencatat kenaikan tertinggi US$3,70 miliar atau 14,84% secara tahunan. Sebaliknya, besi dan baja mengalami penurunan terbesar US$1,24 miliar (12,65%).

BACA JUGA: 2026, Pasar Modal Indonesia Fokus Integritas, Likuiditas dan Ekonomi Hijau

Berdasarkan negara asal, China tetap menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$77,52 miliar atau 41,10% dari total impor nonmigas. Jepang menyusul dengan US$13,28 miliar, diikuti Amerika Serikat US$8,93 miliar. Impor dari ASEAN tercatat US$29,46 miliar, sementara dari Uni Eropa US$11,20 miliar.

Kinerja impor Indonesia 2025 ini menunjukkan peran strategis barang modal dan hubungan dagang dengan China sebagai motor pertumbuhan ekonomi, meski sektor migas mengalami tekanan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait