KLIKSUMUT.COM | MUMBAI – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pasar wisatawan India dengan berpartisipasi pada salah satu pameran pariwisata terbesar di Asia, Outbound Travel Mart (OTM) 2026, yang digelar pada 5–7 Februari 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai, India.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, keikutsertaan Kemenpar dalam OTM 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan penetrasi pasar India yang selama ini menunjukkan tren pertumbuhan positif terhadap pariwisata Indonesia.
“Tahun ini kami menargetkan potensi transaksi sebesar Rp48 miliar dengan proyeksi mendatangkan sekitar 40 ribu wisatawan India ke Indonesia,” ujar Made dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Pada OTM 2026, Kemenpar menghadirkan 30 pelaku industri pariwisata nasional, yang terdiri atas 20 destination management company (DMC), 5 agen perjalanan, 2 hotel, 2 restoran, dan 1 pengelola atraksi wisata. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kolaborasi bisnis serta memperluas jaringan dengan buyer dan mitra potensial dari India.
OTM sendiri telah dinobatkan sebagai Leading Travel Trade Show in India and Asia selama dua tahun berturut-turut berdasarkan customised study oleh NielsenIQ atas penugasan Fairfest Media selaku penyelenggara. Pengakuan ini menegaskan posisi OTM sebagai ajang efektif dalam mendorong promosi destinasi dan peningkatan arus wisatawan outbound dari India, termasuk ke Indonesia.
Pada Inauguration Ceremony hari pertama OTM 2026, Paviliun Indonesia menjadi salah satu area eksibisi yang dikunjungi tamu VIP dalam agenda VIP walk-around. Tamu kehormatan tersebut antara lain Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak Dato’ Sri Abdul Karim Rahman Hamzah serta Menteri Pariwisata Mauritius Christian Harold Richard Duval.
BACA JUGA: Indonesia Perkuat Posisi sebagai Penghubung Ekonomi Islam Global di Indonesia Economic Summit 2026
Tak hanya itu, Kemenpar juga meraih penghargaan dari OA Globe DMC dalam ajang Tourism Excellence Awards – Celebrating Leaders Who Shape Destinations. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran signifikan Kemenpar dalam meningkatkan kesadaran destinasi Indonesia, mendukung pelaku industri perjalanan India, serta mendorong pertumbuhan wisatawan India secara berkelanjutan.
Made mengungkapkan, Kemenpar terakhir mengikuti OTM pada 2024. Sementara pada 2025, promosi difokuskan melalui pameran SATTE dan ITB India. Pada OTM 2024, potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp40,7 miliar.
“Kami optimistis target OTM 2026 dapat tercapai melalui penguatan promosi dan kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku industri pariwisata,” kata Made.
Tren kunjungan wisatawan mancanegara asal India ke Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan mencapai 734.490 wisatawan, meningkat 3,42 persen secara year-on-year dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 710.688 kunjungan.
Mengawali rangkaian OTM 2026, Kemenpar terlebih dahulu menggelar Sales Mission di Chennai pada 3 Februari 2026. Kota ini dinilai strategis karena memiliki komunitas kelas menengah atas yang besar, tingkat literasi tinggi, serta minat tinggi terhadap perjalanan internasional, termasuk leisure, spiritual tourism, wellness, dan MICE.
“Dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa di wilayah metropolitan dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, Chennai menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia,” jelas Made.
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Perubahan UU P2SK Strategis Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan Nasional
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menambahkan bahwa India merupakan salah satu pasar utama bagi pariwisata Indonesia.
“Dengan populasi sekitar 1,47 miliar jiwa, India adalah pasar yang sangat potensial. Kehadiran Kemenpar di OTM 2026 diharapkan semakin memperkuat branding Wonderful Indonesia sebagai destinasi pilihan utama wisatawan India,” ujarnya.
Penyelenggaraan Sales Mission di Chennai serta partisipasi Kemenpar dalam OTM 2026 mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai. Dukungan ini mencerminkan sinergi antarperwakilan pemerintah Indonesia dalam memperkuat promosi pariwisata nasional serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan industri pariwisata India.







