KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia terus mendorong penguatan peran pesantren sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional. Upaya ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang menekankan pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, saat menerima perwakilan Institut Agama Islam Tihamah di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menurut Wamenag, pesantren memiliki peran strategis yang tidak hanya sebatas lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moral, dan kemandirian umat.
“Pesantren membangun ekosistem pendidikan yang utuh dengan sanad keilmuan yang jelas, tidak hanya transfer ilmu, tetapi juga pembinaan karakter melalui kehidupan berasrama serta penguatan kemandirian, termasuk aspek ekonomi umat,” ujarnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di RSUD Bekasi
Romo Syafi’i menegaskan bahwa model pendidikan berbasis pesantren memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan pendidikan nasional saat ini. Tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan nilai, kepribadian, dan etika generasi muda.
Menurutnya, sistem pendidikan pesantren telah terbukti mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga menyoroti pentingnya kebijakan pendidikan yang inklusif dan dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat, baik santri maupun non-santri.
“Dalam implementasi program, ada dinamika antara kebutuhan santri dan non-santri. Ini menjadi perhatian kami agar kebijakan yang dihadirkan bisa dirasakan lebih luas dan proporsional,” ungkapnya.
BACA JUGA: 19 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Hari Ini, KAI: Dampak Insiden di Bekasi Timur
Ia menambahkan bahwa besarnya harapan dari kalangan pendidikan Islam merupakan amanah yang harus dijawab dengan kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
“Harapan kepada Kementerian Agama sangat besar, khususnya dari pendidikan Islam. Ini amanah yang harus kita jaga dengan menghadirkan kebijakan yang inklusif,” tegasnya.
Melalui penguatan ini, Kemenag berharap pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan seperti IAI Tihamah dapat terus berkembang sebagai pilar penting dalam mencetak generasi bangsa yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI








