MEDAN | kliksumut.com – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi membuka Kejuaraan Karate se-Kota Medan memperebutkan Piala Wali Kota Medan 2021 yang berlangsung di Gelangang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan, Sabtu (13/11/2021) siang. Kegiatan adu prestasi antar atlet ini dengan menerapkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.
Bobby Nasution dalam sambutannya mengatakan, kejuaraan kali ini adalah jenjang prestasi yang diharapkan menjadikan atlet Medan bisa memperkuat Sumut di PON 2024 nanti. Apalagi selama pandemi melanda Indonesia kegiatan olahraga dihentikan sementara untuk menekan penyebaran virus Covid-19.
“Saat ini kegiatan olahraga mulai dipertandingkan dengan syarat tetap wajib mematuhi dan disiplin Prokes. Kejuaraan ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi kami Pemerintah Kota Medan agar bisa berbenah dan memperbaiki kegiatan dan sarana hingga fasilitas olahraga di Medan, mudah-mudahan ke depan kita memiliki venue terbaik untuk masa mendatang,” kata Bobby.
BACA JUGA: Piala Wali Kota Arena Seleksi Atlet Medan Menuju Porprovsu 2022
Walikota juga berpesan berharap kepada peserta memiliki mental yang sportif yang bisa membawanya merebut prestasi. “Ingatlah tidak ada yang instan dalam olahraga, semuanya melalui jalan panjang dan perjuangan yang keras. Untuk itu, selama Dalam pembinaan para atlet wajib disiplin Prokes secara ketat untuk menuai prestasi,” tegas Wali kota.
Sementara Ketua Umum FORKI Medan Hasrul Benny Harahap SH MHum mengatakan, kejuaraan ini menjawab kerinduan olahragawan yang sudah hampir 2 tahun tidak berkumpul menggelar kejuaraan karena situasi pandemi Covid-19.
“Maka dengan adanya kejuaraan yang didukung penuh Walikota Medan dan Ketua KONI Medan ini, kami berharap akan menggairahkan kembali atlet-atlet karate Kota Medan untuk meraih meraih prestasi pada even di masa pandemi saat ini sebagai modal untuk menuai prestasi pada even berikutnya,” kata Benny.
Benny juga menegaskan bahwa FORKI Medan membawahi 25 perguruan karate di Medan dan cabor karate ada tersedia di 21 kecamatan se-Kota Medan. Selama masa pandemi latihan tetap digelar sesuai aturan pemerintah dengan penerapan Prokes. Salah satunya dengan latihan mandiri secara virtual agar para karareka tetap di rumah dan menghindari kerumunan sebagai upaya untuk mendukung pemerintah agar penyebaran virus Corona dapat ditekan, sehingga virus ini cepat berlalu dari kehidupan manusia.
Tambahnya, dalam kejuaraan ini jumlah peserta sebanyak 111 karateka terdiri dari 73 putra dan 38 putri yang diikuti 17 perguruan dengan mempertandingkan kategori Kata dan Kumite senior. Untuk itu telah diintruksikan kepada pelatih dari perguruan masing-masing yang atletnya ikut kejuaraan wajib menerapkan Prokes selama kejuaraan berlangsung.
Untuk diketahui, pada PON XX Papua/2020, atlet karate Kota Medan mempersembahkan 3 medali perunggu, bahkan pada Kejurnas PB FORKI baru-baru ini, sukses menyumbangkan 2 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
“Tentunya kami sangat berharap perhatian terus dari Walikota dan Ketua KONI Medan dalam menyongsong PON 2024 agar tradisi karate sebagai salah satu lumbung medali buat Sumut di arena PON terus tercipta,” yakin Benny.
Benny juga menegaskan bahwa kejuaraan ini tetap mematuhi Prokes) yang ketat. Seluruh peserta, baik wasit dan juri hingga panitia telah divaksin dengan dicek sertifikat vaksinnya masing-masing. Benny juga merasa bangga karena arena pertandingan karate ini menggunakan sistem digimatch yang lebih canggih dan efisien.
Melalui sistem ini, input nama atlet, sistem pendaftaran, timer, baik input nilai kata, drawing, hingga hasil pertandingan dapat dengan mudah diperoleh.
“Kita cukup bangga karena sistem ini untuk pertama kali di Sumut dan olahraga karate yang memakainya, dan ini akan pengembangan ke olahraga lainnya,” pungkas Benny.
BACA JUGA: Wali Kota Medan Beri Motivasi Atlet yang akan Bertanding Di PON Papua
Di sisi lain, mantan karateka nasional, AKP Janpiter Napitupulu meminta agar para atlet karate Medan khususnya yang akan bertanding di Piala Wali Kota Medan untuk menjaga Prokes. Event tersebut yang berlangsung di Gelanggang Remaja selama dua hari, Sabtu (13/11/2021) dan Minggu (14/11/2021).
“Adanya kejuaraan di masa pandemi saat ini, tentu harus kita apresiasi demi pembinaan atlet tetap berjalan sesuai dengan program pembinaan. Namun yang harus jadi fokus itu Prokes yang memang dan wajib diterapkan. Jangan sampai karena satu orang yang terpapar, bisa mengganggu kelangsungan kejuaraan,” ungkap Janpiter yang juga Binpres Forki Sumut ini
Makanya, lanjut peraih emas PON 2004 ini, atlet diimbau harus memakai masker dan menjaga jarak di luar pertandingan. Begitu juga, dia ingin para juniornya itu bisa disiplin dengan kerap mencuci tangan dan memakai hand sanitizer.
“Karena memang kesehatan yang utama. Kalau sakit atau flu aja sedikit kan bisa mengganggu pertandingan. Persiapan jadi sia-sia kalau pas mau tanding konsisi tidak fit. Ini juga untuk menjaga nama baik perguruan dan mendukung suksesnya kejuaaraan,” katanya.
Terkhusus kepada KKI Medan, Janpiter ingin para atlet juga bisa meraih prestasi terbaiknya. Dia optimis karena baru-baru ini, KKI Medan sukses meraih juara 2 umum dengan meraih 7 emas, 3 perak dan 6 perunggu di Kejurnas KKI Open di Aceh pada Oktober lalu.
“Bertandinglah dengan jujur dan sportiv, berani serta disiplin dalam segala hal sesuai pedoman KKI. Semoga prestasi bisa didapat dengan fokus dan berdoa sebelum bertanding,” tutup pengurus KKI Medan ini. (BNL)








