Kecelakaan Mudik 2026 Turun, 190 Pemudik Meninggal Dunia

Kecelakaan Mudik 2026 Turun, 190 Pemudik Meninggal Dunia
KECELAKAN MUDIK 2026 TURUN: Petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas pemudik saat periode mudik Lebaran 2026, sementara ribuan kecelakaan masih tercatat selama masa Siaga Lebaran. (FOTO: Korlantas Polri/Ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA ~ Masa mudik Lebaran 2026 telah berakhir dan para pemudik mulai kembali ke kota asal dalam arus balik. Di tengah pergerakan tersebut, Korlantas Polri bersama Jasa Raharja merilis data kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun ini yang mencatat ribuan kejadian serta ratusan korban jiwa.

Korlantas Polri dan Jasa Raharja mencatat 2.119 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang periode 13–22 Maret 2026 atau selama masa Siaga Lebaran. Dari jumlah tersebut, total korban mencapai 3.597 orang dengan 190 orang meninggal dunia. Data ini menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan utama dalam arus mudik nasional.

Polri Klaim Angka Kecelakaan Menurun

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui laman resmi Humas Polri menyatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 3,23 persen.

BACA JUGA: Penumpang Padati Angkutan Umum di Hari Lebaran 2026, Kereta Api Jadi Favorit Pemudik

Ia juga menegaskan bahwa angka fatalitas atau korban meninggal dunia turun lebih signifikan hingga 24,61 persen dibandingkan Operasi Ketupat 2025.

Rekayasa Lalu Lintas Dinilai Berpengaruh

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa berbagai faktor berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan. Ia menilai penguatan manajemen rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri menjadi salah satu faktor utama yang membuat arus mudik lebih terdistribusi.

“Pertama, adanya penguatan manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan Korlantas Polri, termasuk pengaturan arus mudik yang lebih terdistribusi. Kebijakan work from anywhere yang diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya juga berdampak signifikan dalam pemerataan arus mudik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

BACA JUGA: Puncak Arus Mudik 2026 Capai Rekor di H-3 Lebaran, Tren Multimoda Kian Menguat

Bacaan Lainnya

Catatan Pengamat: Transportasi Massal Masih Lemah

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyoroti masih minimnya integrasi transportasi massal di daerah tujuan mudik 2026. Ia menilai kondisi tersebut membuat masyarakat tetap bergantung pada kendaraan pribadi karena keterbatasan transportasi umum di daerah.

Djoko menegaskan bahwa keberhasilan mudik tidak hanya bergantung pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada perubahan pola mobilitas masyarakat.

“Tanpa konektivitas yang memadai di titik akhir atau last mile, masyarakat akan tetap memilih kendaraan pribadi sebagai opsi paling praktis untuk mobilitas di kampung halaman,” ujarnya. (KSC)

Pos terkait