JFS Adakan Gashuku Untuk Ju Jitsan Semakin Bagus Ilmunya

KARO | kliksumut.com – Sebagai Upaya Peningkatan Ilmu Bela Diri Ju Jitsan yang selama ini berlatih dibeberapa Dojo (tempat latihan) diSumatera Utara. Maka diperlukan juga diuji sudah sejauh mana ilmu yang diperoleh disetip tingkatan sabuk yang dipegang Ju Jitsan, apakah perlu kenaikan sabuk apa tidak.

Hal ini disampaikan Abdi Ridha selaku ketua Panitia Gashuku yang juga Bendahara Ju Jitsu Fighter Sumut (JFS) saat ditemui disela-sela acara Gahsuku diTaberina Sibolangit Minggu 24 Nopember 2019. “Pelaksanaan acara Gahsuku ini yang pertama kali untuk JFS, selain itu kita memberikan hadiah kepada Ju Jitsan yang berprestasi baik dan kepada Ju Jitsan termuda,” jelas Abdi Ridho yang sudah mendapat DAN 6 (Guru Besar) pada saat acara Gashuku.

Baca : Atraksi Tapak Suci Putra Muhammadiyah Warnai Milad Muhammadiyah ke 107 Di Batu Bara

Ketua Dewan Pelatih JFS Syaiful Nasution mengatakan. Dengan adanya Gashuku ini terlihat jelas siapa-siapa saja yang layak naik sabuk baik dari Sabuk Putih, kuning, hijau, biru, coklat, hitam, DAN 1-5 serta menjadi DAN 6 (Guru Besar). “Untuk naik peringkat sabuk ini bukan hanya sekedar naik saja. Melainkan melalui ujian, kedisiplinan, Kepedulian dan mau membesarkan Ju jitsan dimana pun berada,” jelasnya.

Lanjutnya, orang yang naik sabuk ini bukan karena dan tidak suka serta bukan sekedar agar terlihat hebat. Akan tetapi semuanya berproses sesuai aturan yang berlaku dan ketentuan disetiap perguruan bela diri. “Kalaupun ada perguruan yang menaikkan sabuk seenaknya saja, itu tidak berlaku diJFS,” jelasnya Syaiful mantan Juara 1 Pertanding Ju Jitsu sekala Nasional.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, para Ju Jitsan untuk naik tingkat selain diingat keserasian jurus juga dilaga (ditandingkan) antara Ju Jitsan yang yang dibawahnya agar naik sabuk khususnya coklat bertanding dengan sabuk Hitam. Begitu juga sabuk hitam dilaga dengan DAN 1 begitulah seterusnya.

Sementara Itu, Wakil Ketua JFS Andi P Koesno mengatakan, para Ju Jitsan yang sudah naik sabuk agar menjadikan ilmu bela diri ini untuk menjaga diri, bukan untuk sombong, angkuh dan sok hebat. Ilmu yang didapat adalah sebagai upaya mengembangkan JFS sampai kemana pun. Bila perlu bisa mengikuti sampai ajang pertandingan Go Internasional. “Para Ju Jitsan harus buktikan keahlian Ju Jitsan, bisa bertanding dengan baik, jika ada ajang pertandingan,” harapnya.

Fauzan Dra Febti Siregar salah seorang Ju Jitsan sabuk kuning mengatakan. Walaupun hari ini tidak enak badan dan hidung mimisan sampai setengah jam, tapi tetap mau ikut naik sabuk. Karena untuk naik sabuk itu tidak gampang. “Percuma sudah berlatih, kalau tidak naik sabuk berarti percuma aja belajar. Walaupun sakit tetap harus ikut, biar orang tidak sepele sama saya,” tegasnya.

Baca : Guru Besar dan Pelatih JFS Mendapat Sertifikat Kesetaraan dari Nicaraguan

Ditambahkannya, Dan saya bangga dengan menjadi keluarga besa JFS, karena dibeberapa perguruan yang telah diikuti. Di JFS inilah tercipta suasana kekeluargaan yang baik sekali. “Apalagi saya anak tunggal dari orang tua saya, jadi sangat butuh teman, saudara dan para orang tua yang sayang sama saya dan kami para Ju jitsa,” terangnya.

Harapnya, semoga saja JFS ini akan berkembang dan saya akan terus mengajak teman lainnya agar ikut jadi Ju Jitsan bergabung di JFS. (Alian)

Pos terkait