Istri Gubernur Aceh Dievakuasi Naik Truk CPO, Terjebak Banjir 2 Hari di Aceh Utara

terjebak-banjir-2-hari-
NAIK TRUK CPO: Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir dan rombongan terpaksa dievakuasi menggunakan truck tanki CPO setelah dua hari terjebak banjir di SPBU Pante Breuh, Aceh Utara. (FOTO: Adli Safwan)

KLIKSUMUT.COM | ACEH UTARA ~ Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, akhirnya berhasil keluar dari lokasi banjir setelah dua hari terjebak di area SPBU Pante Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf ini terjebak banjir bersama Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, dan rombongan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat tingginya debit air di badan jalan.

Banjir Mengisolasi Rombongan Pejabat Aceh

Rombongan awalnya berangkat dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban banjir, Selasa (25/11/2025). Keesokan harinya, mereka kembali bergerak ke Lhoksukon, Aceh Utara, serta ke Julok, Aceh Timur, guna menyalurkan bantuan lanjutan.

Namun perjalanan pulang menuju Banda Aceh terhenti total. Jalan nasional Banda Aceh–Medan di Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam banjir hingga 2,1 meter sehingga semua akses transportasi lumpuh.

“Kami terpaksa menginap di SPBU karena itu lokasi yang lebih tinggi dan aman. Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilewati,” ujar Marlina, Jumat.

Bacaan Lainnya

Logistik Menipis, Situasi Makin Darurat

Selama dua hari, rombongan bertahan dengan persediaan seadanya. Mereka mulai kehabisan makanan, sementara warga di sekitar lokasi juga menghadapi kondisi serupa.

“Keadaan sangat darurat. Stok makanan makin sedikit. Warga di sekitar sini juga banyak yang kesulitan,” tutur peremuan yang akrab di sapa Ka Na ini.

Proses Evakuasi Pakai Mobil Tangki CPO

Warga akhirnya mengevakuasi Kak Na dan rombongan menggunakan mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO) yang memiliki bodi tinggi dan mampu menerobos banjir. Kak Na duduk di bagian depan, sedangkan anggota rombongan lainnya menempati bagian atas tangki.

Saat melewati genangan air yang masih tinggi, Kak Na tak kuasa menahan tangis.

“Saya benar-benar cemas melihat kondisi di lapangan. Banyak ibu dan anak yang membutuhkan bantuan segera,” ujarnya pilu.

Rombongan kemudian berhasil mencapai kawasan Geudong dan melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe untuk berkoordinasi dengan tim penanganan bencana.

Kak Na meminta Basarnas dan BPBD setempat melakukan upaya penanganan terhadap korban banjir.

“Mohon penanganan segera karena banjir di kawasan ini masih sangat tinggi,” ujarnya. (KSC)

REPORTER: Adli Safwan

Pos terkait