Heboh! Peserta Studi Tiru Kaur Keuangan Desa Kabupaten Deli Serdang Telantar di Yogyakarta

Heboh! Peserta Studi Tiru Deli Serdang Telantar di Yogyakarta, Ini Kronologinya
Para peserta studi tiru harus tidur diluar, akibat peyelenggara tertipu oleh marketing hotel di Yogjakarta. (kliksumut.com/ist)

EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kabar mengejutkan datang dari Yogyakarta, di mana para peserta studi tiru yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Implementasi Akuntabilitas Publik (SIAP) terlantar di sebuah hotel. Kejadian ini diduga akibat penipuan oleh oknum marketing hotel yang sebelumnya menjanjikan kamar bagi peserta.

Perwakilan SIAP, M. Harapan Harahap, membenarkan insiden tersebut. Dalam konfirmasinya melalui telepon, Harahap menjelaskan bahwa peserta sempat dikeluarkan dari kamar hotel akibat miskomunikasi dengan pihak hotel terkait pembayaran.

BACA JUGA: Pemerintah Pusat Salurkan Dana Desa 2024, Masyarakat Diminta Pantau Kinerja Kepala Desa dan Perangkat Pengelola

“Iya, betul. Salah satu oknum marketing hotel membawa kabur uang kamar. Akibatnya, peserta sempat dikeluarkan. Namun, masalah ini sudah kami selesaikan dengan memberikan kompensasi kepada para peserta,” ungkap Harahap, Kamis (19/9/2024).

Bacaan Lainnya

Meskipun demikian, Harahap tidak merinci jumlah peserta yang terlantar, namun ia memastikan kasus ini telah dibawa ke jalur hukum.

“Sudah aman sekarang. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Harahap juga menyebutkan bahwa kegiatan studi tiru ini melibatkan lebih dari 300 peserta, dan hingga kini sudah terlaksana dalam tiga gelombang.

Sementara itu, Hendri Kurniawan, Kepala Desa Sungai Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, membenarkan bahwa bendahara desanya turut serta dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA: Siasati Dana Desa Rp 348 Juta, Kades Batang Bahal Ditahan Kejari Sidimpuan

“Benar, bendahara kami ikut studi tiru di Yogyakarta. Sejauh ini tidak ada laporan masalah dari anggota saya,” jelas Hendri yang akrab disapa Ryan.

Insiden ini menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta dan masyarakat, mengingat pentingnya kegiatan studi tiru bagi peningkatan kapasitas aparatur desa. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali. (KSC)

Pos terkait