Harga Dolar Hari Ini Kamis 20 Agustus 2026: Rupiah Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.800 per USD

Nilai Mata Uang Mesir Anjlok Sejak Maret
(FILES) Uang kertas pound Mesir dan dolar AS, 25 Agustus 2022.(Khaled DESOUKI / AFP)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan harga dolar hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah berhasil menguat.

Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), rupiah ditutup menguat 22 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.840 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.862 per dolar AS.

Sementara itu, pada perdagangan Kamis pagi, rupiah kembali bergerak di sekitar Rp17.800-an per dolar AS. Data pasar yang dipantau pada hari ini menunjukkan USD/IDR berada di kisaran Rp17.800, meski angka dapat berubah mengikuti dinamika pasar valuta asing.

Salah satu sentimen penting yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Agustus 2026.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bacaan Lainnya

Pasar juga masih mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, pergerakan imbal hasil obligasi AS, kondisi geopolitik global, serta perkembangan harga komoditas energi.

Berdasarkan pantauan pasar valuta asing pada Kamis (20/8/2026), nilai 1 dolar AS berada di kisaran Rp17.800-an.

Sebagai gambaran, data kurs USD/IDR yang dipantau hari ini berada di sekitar Rp17.800, dengan pergerakan intraday yang masih berubah-ubah. Karena itu, kurs bank, money changer, dan transaksi tunai dapat berbeda dari kurs pasar spot.

Kurs indikatif:

  • 1 USD: sekitar Rp17.800-an
  • 5 USD: sekitar Rp89.000
  • 10 USD: sekitar Rp178.000
  • 50 USD: sekitar Rp890.000
  • 100 USD: sekitar Rp1,78 juta

Catatan: nilai konversi di atas bersifat indikatif berdasarkan kisaran kurs pasar dan bukan merupakan kurs jual/beli bank.

Meski rupiah sempat menguat, pelaku pasar masih perlu mewaspadai berbagai faktor eksternal. Pergerakan dolar AS, imbal hasil surat utang Amerika Serikat, perkembangan geopolitik, serta harga minyak dunia dapat memengaruhi sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dalam kondisi pasar yang dinamis, perubahan nilai tukar dapat terjadi dengan cepat. Penguatan rupiah juga menjadi perhatian penting bagi dunia usaha karena dapat membantu menekan biaya impor bahan baku dan barang dari luar negeri.

Sebaliknya, jika dolar AS kembali menguat, biaya impor berpotensi meningkat dan dapat memberikan tekanan terhadap harga sejumlah barang yang memiliki komponen impor.

Informasi harga dolar hari ini banyak dicari masyarakat, terutama pelaku usaha, importir, eksportir, investor, serta masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi dalam mata uang dolar AS.

Bagi masyarakat yang akan membeli dolar untuk kebutuhan perjalanan atau transaksi, penting untuk memperhatikan kurs jual dan kurs beli dari bank atau money changer karena nilainya dapat berbeda dengan kurs pasar.

Pergerakan rupiah hingga akhir perdagangan hari ini masih akan menjadi perhatian pasar. Pelaku pasar akan mencermati apakah rupiah mampu mempertahankan penguatannya atau kembali mendapat tekanan dari dolar AS. (KSC)

Pos terkait