Haornas 2025 di Sumut Dinilai Kurang Bergairah, Tokoh Olahraga: Jangan Hanya Seremoni

Haornas 2025 di Sumut Dinilai Kurang Bergairah, Tokoh Olahraga: Jangan Hanya Seremoni
Tokoh Olahraga

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 tahun 2025 di Sumatera Utara (Sumut) menuai sorotan tajam dari para tokoh olahraga. Meski diwarnai upacara di halaman Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/9/2025), namun acara dinilai hanya bersifat seremoni tanpa semangat pembinaan dan apresiasi terhadap insan olahraga.

Haornas tahun ini juga diwarnai suasana duka atas meninggalnya dua atlet karateka muda Sumut, Muhammad Dhijey Lexsie (17) dan Fahri Akbar Asweet (11), yang menjadi korban kecelakaan bus saat pulang dari kejuaraan di Padang.

“Kepergian Lexsie dan Fahri adalah duka besar bagi dunia olahraga Sumut. Kami mendoakan semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar John Ismadi Lubis, mantan Ketua Umum KONI Sumut dua periode yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat.

John hadir bersama Prof. Agung Sunarno (Guru Besar Olahraga FIK Unimed), serta mantan pengurus KONI Sumut, Kisharianto Pasaribu dan Ramli Tarigan SH MH. Mereka menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan upacara, namun mengaku prihatin karena tidak ada bentuk penghargaan atau kegiatan inspiratif lain yang mengiringi peringatan tersebut.

BACA JUGA: Peringati Haornas ke-42, Wagub Sumut Ajak Budayakan Olahraga Sejak Dini

Bacaan Lainnya

“Sudah tiga tahun terakhir, Haornas di Sumut hanya diperingati lewat upacara. Tidak ada pemberian penghargaan bagi atlet, pelatih, wasit, pembina atau tokoh olahraga. Ini sangat disayangkan,” tambah John.

Sumut yang sukses menjadi tuan rumah PON XXI/2024 bersama Aceh dan berhasil meraih posisi empat besar nasional, dinilai semestinya menjadikan Haornas 2025 sebagai momentum kebangkitan.

“Peringatan Haornas bisa menjadi momen untuk memotivasi seluruh pelaku olahraga, apalagi kita ingin mempertahankan prestasi di PON XXII/2028 di NTT dan NTB,” kata John lagi.

Prof. Agung Sunarno menambahkan, meski mungkin tidak ada arahan teknis dari pusat terkait pemberian penghargaan, seharusnya pemerintah provinsi bisa mengambil inisiatif dengan kebijakan lokal yang bijak.

“Jangan hanya karena keterbatasan anggaran, semangat membangun karakter melalui olahraga jadi terpinggirkan. Olahraga bukan sekadar soal menang-kalah, tapi pembentukan karakter bangsa yang sportif dan tangguh,” ujar Agung.

BACA JUGA: Peringati Haornas, Wagub Fadhlullah Apresiasi Pelaku Olahraga

Keempat tokoh ini berharap, ke depan Pemprov Sumut bisa lebih memperhatikan dunia olahraga, terutama dalam aspek apresiasi dan penguatan semangat pembinaan atlet muda.

“Selamat Hari Olahraga Nasional ke-42. Mari jadikan momentum ini sebagai pemantik semangat membangun olahraga Sumut yang lebih maju dan berprestasi,” pungkas John. (KSC)

Pos terkait