Hakim Minta Keterangan Saksi Dalam Sidang III Kasus Kerangkeng

Hakim Minta Keterangan Saksi Dalam Sidang III Kasus Kerangkeng
Suasana persidangan ketiga, di Pengadilan Negeri Stabat, Rabu (3/8/2022).

Sariandi menuturkan jika dirinya tidak tau ada dilakukan penyiksaan terhadap abang kandungnya.

“Gak kepikiran kalau tewasnya gak wajar. Gak ada lebam biru-biru memar, memang pada tangg 16 Juli 2021 pagi, ada keluar darah dari mulut dan hidung yang sudah mengering,” ujar Sariandi.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, sebelum masuk ke dalam kerangkeng, keluarga diwajibkan mengisi formulir atau surat pernyataan.

“Jadi isi formulir, jika terjadi apapun tidak boleh menuntut. Jika nanti sakit, misalnya demam akan di obati,” ujar Sariandi.

“Tempat itu dikenal sebagai tempat rehabilitas, tapi sesudah kasus ini muncul baru kerangkeng katanya. Perbuatan kedua tedakwa dengar dari berita ada sangkutannya, melihat sendiri tidak. Dan dengar dari saksi yang ada di dalam kerangkeng, jika Dewa dan Hendra ada sangkutannya. Saya dengar dipungkuli, dilakban dari penjelasan saksi yang di dalam kerangkeng. Tangan di lakban, mata ditutup, dipukuli, dan cemplungkan ke kolam,” ujar Sariandi.

BACA JUGA: Polda Sumut dan Komnas HAM Sinkronkan Hasil Temuan Kerangkeng

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengatakan, sesuai hasil visum bahwa Sarianto Ginting tewas atau dalam kematian tidak wajar.

“Dari hasil visum, terjadi kematian tidak wajar terhadap korban Sarianto Ginting, salahsatunya ada pendarahan pada otak,” ujar JPU

Saat JPU menunjukan beberapa barang bukti yang dihadirkan dipersidangan, saksi Sariandi hanya tanda dengan gayung yang ada disekitaran kerangkeng.

“Cuma gayung yang saya lihat berada disekitaran kerangkeng,” ujar Sariandi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, Ketua Majelis Hakim, Halida Rahardhini pun bertanya kepada terdakwa Dewa Perangin-Angin dan Hendra Surbakti, apakah ada yang salah dengan keterangan saksi.

“Tidak tau yang mulia,” ujar Dewa dan Hendra yang saling bergantian menjawab.

Persidangan pun kembali dilanjutkan pada, Rabu (10/3) mendatang, dengan agenda pemeriksaan saksi kembali. (Red)

Pos terkait