Hakim Minta Keterangan Saksi Dalam Sidang III Kasus Kerangkeng

Hakim Minta Keterangan Saksi Dalam Sidang III Kasus Kerangkeng
Suasana persidangan ketiga, di Pengadilan Negeri Stabat, Rabu (3/8/2022).

Lanjut Sariandi, abang kandungnya tewas tiga hari setelah dijemput oleh pekerja di kerangkeng Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-Angin.

“Masih di bulan yang sama, tanggal 12 Juli 2021 malam, Sarianto dijemput. Tiga hari kemudian abang saya tewas. Memang benar keluarga yang meminta penjemputan itu, karena kalau diantar katanya orang yang jaga pintu masuk ke kerangkeng sering kami panggil Bolang, tidak boleh,” ujar Sariandi.

Bacaan Lainnya

Setelah dijemput, pihak keluarga disuruh antar pakaian malam itu juga, tetapi gak diizinkan ketemu.

“Kata Bolang itu tunggu beberapa bulan jika sehat baru ketemu,” ujar Sariandi.

Sedangkan itu, Sariandi sebelumnya sudah mengetahui keberadaan kerangkeng tersebut. Ia mengetahui bahwa kerangkeng itu menjadi tempat rehabilitas pecandu narkoba.

BACA JUGA: Diduga Terlibat Dalam Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat, 9 Anggota TNI Diperiksa

“Dari SMP abang saya Sarianto Ginting udah menggunakan narkotika, dan meresahkan keluarga. Udah lima masuk ke panti rehab. Di panti rehab yang berada di Deliserdang sempat minum diterjen pembersih lantai, di panti rehab Simalingkar lari, di Sibolangit, Batam, dan Binjai Tanah Seribu,” ujar Sariandi.

Alasan Sariandi memasukkan Sarianto Ginting ke kerangkeng, karena ditempat tersebut tidak dipungut biaya.

“Sehari-hari Sarianto Ginting tinggal sama saya, dan saya pikir di sana selain direhab dipekerjakan juga kan. Tidak di pungut biaya. Rehab di tempat lain kan bayar,” ujar Sariandi.

Kemudian, Sariandi pun sebelum memasukkan abangnya ke kerangkeng, sudah melihat terlebih dahulu lokasi dan tempatnya.

“Sebelumnya saya sudah melihat kondisi tempat rehab (kerangkeng) tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Dan sudah dijelaskan penjaga kerangkeng bagian-bagian di dalam kerangkeng. Yang sudah sehat dipekerjakan di kebun sawit. Sehat dan mau kerja itu tujuan saya masukkan abang saya ke rehabilitas (kerangkeng),” ujar Sariandi.

Sementara itu, Sariandi menambahkan jika pihak keluarga sebelumnya sudah diberitahu jika Sarianto sakit lambungnya sebelum tewas.

“Diberitahu pihak kerangkeng dari handphone, jika sebelum tewas, abang saya ini sakit lambungnya. Gak tau kalau dibunuh dan siapa yang membunuh, taunya dari berita di bunuh,” ujar Sariandi.

Pos terkait