
TEBINGTINGGI | kliksumut.com – Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi melakukan beberapa program berupa layanan pengaduan dan pemutakhiran data penerima bantuan.
Kebijakan ini disampaikan Wali Kota Tebingtinggi, Ir. H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM Kamis (11/06/2020) dalam merespon banyaknya keluhan dan pengaduan warga terkait data penerima bantuan akibat terdampak sosial pandemi Covid-19.
Baca juga : Persiapan Masa Transisi New Normal, Kota Tebingtinggi Persiapkan Statistik
Sambungnya, ada beberapa hal yang terjadi diantaranya telah pindah rumah, meninggal dunia, tidak berada ditempat tinggalnya lagi, sudah berkecukupan dan menerima bantuan ganda.
Oleh karena itu Gugus Tugas Covid-19 telah melakukan layanan pengaduan dan pemutakhiran data yakni penghapusan dan pengusulan nama baru penerima bantuan yang dilakukan dan diverifikasi oleh aparat Kecamatan dan akan diusulkan kepada Kementerian Sosial.
“Hal ini sebagai upaya yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi untuk memastikan bahwa penyaluran bantuan sebagai safety net terdampak Covid-19 benar benar sampai pada masyarakat dan tepat sasaran,” ujar Wali Kota.
Jumlah data yang dihapus dan penerima hasil pemutakhiran data masing Kecamatan Bajenis untuk bantuan Sembako Provinsi dihapus 14 orang, pengganti 14 orang, untuk bantuan BST dihapus 39 orang pengganti 39 orang.
Kecamatan Padang Hilir bantuan sembako provinsi dihapus 92 orang pengganti 92 orang, BST dihapus 68 orang pengganti 68 orang.
Kecamatan Rambutan bantuan sembako provinsi dihapus 132 orang pengganti 132 orang, bantuan BST 210 orang pengganti 210 orang.
Kecamatan Tebingtinggi Kota bantuan sembako provinsi dihapus 222 orang pengganti 222, bantuan BST dihapus 25 orang pengganti 25 orang.
Baca juga : Data Bansos Rancuh, DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Ketua TKPK
Kecamatan Padang Hulu bantuan sembako provinsi 22 orang pengganti 22 orang dan bantuan BST dihapus 72 orang pengganti 67 orang.
Untuk tingkat Kota Tebingtinggi bantuan sembako provinsi dihapus 496 orang pengganti 496 orang dan bantuan BST dihapus 414 orang pengganti 409 orang.
Sebelum menutup Wali Kota berharap pemutakhiran data penerima bansos sudah bisa di pastikan tepat sasaran agar masyarakat yang perekonomiannya terdampak sekiranya dapat terbantu untuk beberapa hari kedepan. (Windu)








