Gubernur DKI Pramono Anung Curiga Ada Pihak Tak Senang Perbaikan Ragunan, Video Harimau Kurus Disebut Diambil Saat Covid

Gubernur DKI Pramono Anung Curiga Ada Pihak Tak Senang Perbaikan Ragunan, Video Harimau Kurus Disebut Diambil Saat Covid
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan dugaan adanya pihak yang tidak senang dengan upaya besar-besaran Pemprov DKI dalam memperbaiki Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Dugaan itu mencuat setelah munculnya video viral harimau kurus di Ragunan yang ramai di media sosial.

Pramono menegaskan bahwa kondisi harimau dalam video tersebut tidak sesuai fakta saat ini. Ia menduga video itu sengaja diambil dan disebarkan oleh pihak yang keberatan dengan proses revitalisasi Ragunan.

“Kalau lihat secara langsung pasti tidak benar. Itu (video) memang diambil orang yang ingin… kan kita lagi melakukan pembenahan Ragunan. Ada orang yang tidak senang Ragunan diperbaiki,” ujar Pramono saat meninjau TMR, Kamis (20/11/2025).

Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI tengah melakukan pembenahan menyeluruh di taman konservasi kebanggaan Jakarta tersebut. Perbaikan meliputi: penataan ulang area parkir, pembenahan manajemen operasional dan pembukaan jam kunjungan malam hari melalui program “Night at The Ragunan Zoo”

Upaya ini disebut penting agar Ragunan menjadi lebih menarik dikunjungi setiap hari, bukan hanya akhir pekan.

“Saya ingin Ragunan jauh lebih menarik untuk siapa saja, termasuk yang datang selain Sabtu-Minggu,” jelasnya.

Sebagai bagian dari pengembangan wisata malam, Pemprov DKI juga berencana menambah armada buggy car agar mobilitas pengunjung semakin mudah.

BACA JUGA: Gubernur Aceh Minta Dana Abadi untuk Mantan Kombatan GAM

Bacaan Lainnya

Pembukaan Ragunan pada Sabtu malam terbukti membawa dampak positif. Data Pemprov DKI menunjukkan: 14.794 pengunjung datang setiap Sabtu malam. Total pengunjung saat akhir pekan kini mencapai 35.000–40.000 orang

“Kunjungannya naik signifikan. Sekarang Sabtu–Minggu rata-rata 35 sampai 40 ribu orang,” kata Pramono.

Konsep baru Ragunan disebut berdesain lebih kekinian untuk memaksimalkan fungsi taman sekaligus meningkatkan minat masyarakat berkunjung.

Merespons narasi viral yang menuding petugas Ragunan membawa pulang jatah pakan harimau, Pramono menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.

Ia memerintahkan jajaran terkait untuk terus memastikan kesejahteraan hewan, terutama kebutuhan pakan dan kondisi kesehatan satwa.

“Harimau yang sama sudah dilihat teman-teman, kondisinya sekarang gemuk. Diduga video itu diambil saat Covid kemarin,” jelas Pramono.

Sebelumnya, unggahan viral di media sosial menampilkan seekor harimau tampak mondar-mandir dan kurus. Pengunggah menuding hewan tersebut kelaparan karena pakan dibawa pulang oleh petugas. Narasi itu langsung memicu kekhawatiran warganet.

BACA JUGA: Gubernur Sumut Buka North Sumatera Innovation Day 2025: Kolaborasi Inovasi untuk Smart Province

Pramono menegaskan bahwa revitalisasi Ragunan tidak hanya fokus pada fasilitas pengunjung, tetapi juga pada kondisi dan kesejahteraan seluruh satwa.

Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan standar pengelolaan, termasuk pemeriksaan rutin, suplai pakan, dan perawatan medis satwa. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait