Gubernur BI Optimistis Ekonomi RI Menguat di 2025–2027: Pertumbuhan Diproyeksi Tembus 5 Persen Lebih

Gubernur BI Optimistis Ekonomi RI Menguat di 2025–2027: Pertumbuhan Diproyeksi Tembus 5 Persen Lebih
Bank Indonesia (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA –  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan optimisme kuat terhadap prospek perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, Indonesia berada pada jalur pemulihan yang semakin kuat dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan tingkat resiliensi yang tetap terjaga, meski ketidakpastian global masih membayangi.

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu, (30/11/2025), BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,7–5,5 persen. Momentum positif ini diproyeksi berlanjut pada 2026 dengan pertumbuhan 4,9–5,7 persen, dan semakin menguat pada 2027 dengan kisaran 5,1–5,9 persen.

Perry menegaskan bahwa dorongan utama pertumbuhan berasal dari konsumsi rumah tangga yang stabil, peningkatan investasi, serta ekspor yang tetap solid meski ekonomi global melambat.

Inflasi akan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, serta sinergi pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah, ujar Perry.

BACA JUGA: Tekankan Prinsip 2L, OJK Ajak Mahasiswa UMSU Jadi Investor Bijak di Era Digital

Bacaan Lainnya

Meskipun outlook ekonomi membaik, BI menyoroti sejumlah risiko eksternal yang perlu dicermati, antara lain: Kebijakan tarif Amerika Serikat yang berlanjut. Perlambatan ekonomi dunia yang semakin nyata. Tingginya utang pemerintah dan suku bunga negara maju. Kerentanan sistem keuangan global yang meningkat.

Meningkatnya penggunaan kripto dan stablecoin swasta yang berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan.

BI menegaskan bahwa bauran kebijakannya pada 2026 akan terus berfokus pada dua tujuan utama: menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan Moneter (Pro-Stability & Pro-Growth)

Kebijakan moneter akan dipertahankan untuk memastikan stabilitas, namun tetap memanfaatkan ruang bagi penguatan ekonomi.

Kebijakan Makroprudensial & Sistem Pembayaran (Pro-Growth)

Kedua kebijakan ini akan diarahkan untuk mendukung ekspansi ekonomi yang lebih tinggi, termasuk perluasan akses sistem pembayaran digital.

BACA JUGA: Perkuat Layanan Haji-Umrah, Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah

Pendalaman Pasar PUVA dan BPPU 2030

BI memperkuat efektivitas transmisi kebijakan dengan mempercepat pendalaman pasar uang dan valas, mengembangkan pasar sekunder yang modern dan berstandar internasional, serta menyediakan instrumen pembiayaan ekonomi yang lebih luas.

Penguatan Ekonomi-Keuangan Inklusif

Program pemberdayaan UMKM serta pengembangan ekonomi-keuangan syariah akan terus diperluas, sejalan dengan peningkatan inklusi keuangan nasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait