Bank Indonesia dan BRIN libatkan Dosen FEB UNIMED dalam Kajian KEK Pariwisata Danau Toba  

Bank Indonesia dan BRIN libatkan Dosen FEB UNIMED dalam Kajian KEK Pariwisata Danau Toba
Forum diskusi dengan topik Investasi dan Pengembangan pariwisata danau Toba yang digelar di Niagara Hotel Parapat, Simalungun Jumat, 04 September 2026. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Untuk mendukung dan memproyeksikan pengembangan Kawasan Danau Toba menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang  berorientasi pada Regenarative dan Sustainability Tourism, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian komprehensif yang melibatkan Pemerintah Kabupaten se-Kawasan Danau Toba, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Asosiasi pelaku pariwisata, Perbankan, dan akademisi, untuk memberikan masukan guna mendapatkan hasil kajianyang baik dan berkualitas sebagai dasar pertimbanganpembentukan KEK dalam suatu forum diskusi dengan topikInvestasi dan Pengembangan pariwisata danau Toba yang digelar di Niagara Hotel Parapat, Simalungun Jumat, 04 September 2026.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, ST, dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I, Kementerian Pariwisata RI Bambang Cahyo Murdoko, SS, M.Hum, Plt. Dirut BP ODT Arditama Putera, Dirut PT Bank Sumut Heru Mardiansyah dan para pimpinan wilayah perbankan, Kadis Budparekraf provsu diwakili Kabid PDEK Adriansah Ginting, SS, Kadis PPTSP Nurbaity Harahap, SH, M.AP, Pimpinan OPD Pariwisata, Bappeda, Perizinan Pemkabse kawasan danau Toba, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Medan Dr. Azizul Kholis, SE, M.Si, M,Pd, CMA, CSRS yang juga selaku General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UGGp serta Dr. Femy Dalimunthe, M.Si dari Politeknik Pariwisata Medan.

BACA JUGA: 2.133 Lulusan Unimed Diwisuda, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptif Hadapi Era AI

Saat memberikan sambutan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Iman Gunadi, Ph.D selaku Deputi KPw BI Sumut menyatakan bahwausulan kajian tentang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) Pariwisata danau Toba merupakan ide cemerlang Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM yang secara serius dan fokus ingin memajukanpariwisata danau Toba sehingga dengan adanya KEK diorientasikan memberikan kemudahan dan kepastian bagi para investor untuk berinvestasi di berbagai bidang usaha pariwisatayang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatanmasyarakat.

Menurut Iman, untuk memperoleh sebuah kajian yang baik harus melibatkan semua pihak khususnya para akademisi guna mendapatkan berbagai referensi dari level filosofi, teori, implementasi dukungan riset terdahulu yang telah teruji, serta temuan best praktis guna memperkuat argumentasi akademis yang dibutuhkan. Iman optimis dengan kajian yang baik, rekomendasi yang tepat, rumusan kebijakan yang objektif, tatakelola kelembagan yang akan dikembangkan melalui KEK pariwisata dapat mendorong investasi dan kemudahan berusaha dalam mewujudkan ekosistem pariwisata berkelanjutan di Kawasaan Danau Toba.

Penelitian ini sendiri dilaksanakan oleh Tim Peneliti dari BRIN yang menugaskan para peneliti dari berbagai pakar multidisiplin ilmu yang dipimpin oleh Maxensius Tri Sambodo PH. D selaku Ketua Tim. Pada sesi pertama diskusi, Maxensius didampingi Dr. Firdaus selaku anggota menyampaikan ekpose Prelimeinery Result Kajian sebagai temuan awal hasil pengumpulan data dilapangan dan FGD yang bersumber dari berbagai pihak yang telah diwawancari, dimana salah satunya adalah Dr Azizul Kholis dosen FEB Unimed yang telah diundang sebagai narasumber dalam diskusi penelitian ini pada 02 September 2026 dikantor BRIN Jakarta.

Pada kesempatan ekpose tersebut Maxensius, Ph.D memaparkan identifikasi potensi dan kesiapan kawasan, tantangan keberlanjutan pengembangan investasi dan arah awal pengembangan strategi optoimalisasi kawasan.

BACA JUGA: Buka PKKMB 2026, Rektor Unimed Kukuhkan 10.046 Mahasiswa Baru

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan yang sama dosen FEB Unimed Dr Azizul menyatakan bahwa kajian pengembangan pariwisata danau Toba dengan membentuk satu kelembagaan dan sistem tatakelola kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang  berorientasi pada Regenarative dan Sustainability Tourism yang dilakukan BI Kpw Sumut, Pemprovsu dan BRIN sangat sejalan dengantujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainability Development Goals) yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan sehingga dapat di implementasikan dengan konsep kolaborasi tiga pilar pengelolaan Geopark yaitu konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat sehingga capaian status Green Card Toba Caldera UNESCO Global Geopark tetap dapat dipertahankan dimasa mendatang. Ditegaskan oleh Dr Azizul bahwa yang paling terpenting dari hasil kajian ini adalah pengembangan kawasan pariwisata danau Toba harus dapat berdampak pada perekonomian daerah dan dirasakanmanfaatnya bagi masyarakat lokal yang tinggal dikawasan Danau toba.  (KSC)

Pos terkait