Gubernur Aceh Lepas Peserta Mudik Gratis 2026, Fasilitas Lebih Aman dan Nyaman

Gubernur Aceh Lepas Peserta Mudik Gratis 2026, Fasilitas Lebih Aman dan Nyaman
MUDIK GRATIS: Gubernur Aceh melepas peserta mudik gratis 2026 dari Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, dengan fasilitas aman dan nyaman. (FOTO: Adli Safwan)

KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melepas peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh dari Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, Minggu (15/3/2026). Program yang digagas Dinas Perhubungan Aceh itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Aceh, Sekda Aceh, Kabinda Aceh, anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Anggota DPR Aceh, Rektor USK, Wali Kota Banda Aceh, Kepala BNN Aceh, Kepala SKPA, Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh, dan pejabat instansi vertikal lainnya. Pada kesempatan itu, Gubernur Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menyerahkan santunan kepada anak yatim.

“Tradisi mudik merupakan momen yang sarat makna. Ia bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta menghadirkan kembali kehangatan kebersamaan di tengah keluarga,” kata Muzakir Manaf.

BACA JUGA: Gubernur Aceh dan Pejabat Ramaikan Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas Sekda

Gubernur menekankan bahwa program mudik gratis membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya perjalanan sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berisiko menimbulkan kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Program ini juga mendukung pengendalian inflasi daerah dengan menjaga kelancaran distribusi dan mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Tak lupa, Mualem mengingatkan pengemudi untuk tetap berhati-hati. “Jika lelah istirahat. Utamakan keselamatan di jalan. Keluarga menunggu di kampung halaman. Salam kami kepada keluarga di kampung halaman,” ujarnya.

Antusiasme Masyarakat dan Armada yang Siap Beroperasi

Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal menjelaskan, Pemerintah Aceh bekerja sama dengan 17 perusahaan dari unsur BUMN, BUMD, perbankan, dan swasta menyediakan layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

BACA JUGA: Polres Tapteng Buka Puasa Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

“Jumlah pendaftar cukup tinggi, mencapai 3.328 orang melalui sistem daring di laman seulamat.dishubaceh.com, sementara kuota angkutan darat Pemerintah Aceh tersedia untuk 2.070 orang,” kata Faisal.

Dinas Perhubungan menyiapkan 122 unit kendaraan, terdiri dari 27 bus besar dan 95 unit Hiace, yang melayani 18 rute tujuan ke berbagai kabupaten/kota di Aceh, terutama wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah memberangkatkan peserta secara bertahap dari 15 hingga 17 Maret 2026.

Selain layanan dari Pemerintah Aceh, Kementerian Perhubungan dan BUMN menyediakan angkutan darat dengan kuota sekitar 709 orang. Untuk wilayah kepulauan, Pemerintah Aceh menyediakan angkutan laut dengan delapan rute pelayaran menggunakan kapal ro-ro dan kapal cepat, menampung total 3.642 penumpang. Dengan dukungan ini, total kuota mudik gratis Aceh tahun ini mencapai 6.421 orang.

BACA JUGA: Lapas Batam Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan dan Keluarga

Faisal menegaskan, seluruh armada menjalani pemeriksaan kelaikan atau ramp check, dan pengemudi diuji kesehatan, termasuk tes urin, untuk menjamin keselamatan peserta.

Peserta Mudik Bersyukur dengan Program Ini

Salah seorang peserta, Putri, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia mengetahui informasi mudik gratis dari media sosial Dinas Perhubungan Aceh setelah diberitahu rekannya. Putri yang akan mudik ke Medan mengaku sudah hampir satu tahun tidak pulang ke kampung halaman.

“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut mudik gratis tahun ini. Tahun lalu saya tidak dapat kuota, tapi tahun ini akhirnya dapat,” ujar Putri.

Ia menambahkan, program mudik gratis sangat membantu masyarakat menghadapi tingginya harga tiket perjalanan menjelang Lebaran dan berharap program ini dapat terus dilaksanakan dengan kuota dan rute yang lebih banyak. (KSC)

REPORTER: Adli Safwan

Pos terkait