GMNI Sumut Kesal Terhadap Konflik Agraria dan Kondisi Gelap Gulita yang Tak Kunjung Usai di Desa Panigoran

LABURA | kliksumut.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sumatera Utara hadiri hari jadi Kelompok Tani Padang Halaban dan Sekitarnya (KTPHS) yang ke 12 tahun. GMNI Sumut yang diwakili oleh Paulus Peringatan Gulo Selaku Ketua beserta rombongan menghadiri acara yang digelar di Desa Panigoran Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara, acara tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.

Paulus Peringatan Gulo saat memberikan keterangan tertulisnya via WhatsApp messenger kepada kliksumut.com pada Senin 15 Maret 2021. Paulus menanggapi konflik agraria yang sudah terjadi puluhan tahun lamanya di desa panigoran kec Aek Kuo kabupaten Labuhan Batu Utara. Menurutnya, pemerintah hari ini tidak berpihak kepada rakyat dan hanya mengedepankan kelompok oligarki dan kapital.

Pemerintah seolah tutup mata pada persoalan sengketa lahan ini padahal sejatinya pemerintah harus hadir dan turun untuk melihat jeritan dari pada rakyat.

Baca juga: Satreskoba Polres Labuhanbatu ‘Jumat Berkah’ Berikan Bantuan Warga Terang Bulan Labura



Paulus Gulo juga merasa prihatin dan kecewa melihat kondisi akses aliran listrik yang sampai hari ini belum masuk ke desa tersebut. “Saya sangat kecewa melihat pemerintah dan PT. PLN Persero sebab hingga saat ini belum adanya aliran listrik yang mengalir ke desa ini,” jelas Paulus Peringatan Gulo dalam rilisnya.

Masyarakat yang tinggal di desa tersebut selama ini hanya menggunakan mesin Diesel untuk kebutuhan listrik sehari hari. Ditengah-tengah keterbatasan ini, masyarakat juga harus rela menggunakan listrik dengan mesin diesel tersebut hanya sore sampai malam hari, hal ini dikarenakan untuk menghemat bahan bakar dari mesin yang dipakai masyarakat.

Pos terkait