KLIKSUMUT.COM | FAKFAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Sabtu (12/7/2025) dini hari pukul 03.09 WIB.
Dalam laporan resminya yang dipantau dari Jakarta, BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya 131 kilometer barat daya Fakfak, dengan kedalaman 65 kilometer. Lokasi gempa terletak pada koordinat 4,24 Lintang Selatan dan 132,71 Bujur Timur.
Meski memiliki kekuatan yang cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BACA JUGA: Gibran Tak Akan Berkantor di Papua, Tito Karnavian Tegaskan Eksekusi di Tangan Badan Eksekutif
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tulis BMKG melalui situs resminya.
Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar episentrum, untuk menghindari potensi bahaya lanjutan seperti bangunan retak atau longsor di daerah perbukitan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun BMKG terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pembaruan informasi jika diperlukan.
Tips Aman Saat Gempa
Sebagai langkah antisipatif, BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk memahami prosedur evakuasi saat terjadi gempa, seperti:
* Menjauh dari bangunan yang berpotensi runtuh
* Melindungi kepala dan leher dari benda jatuh
* Menghindari berada di dekat tebing atau lereng curam
* Tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi
BACA JUGA: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Papua Nugini, Berpotensi Tsunami
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
Tetap Update Informasi Resmi
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari BMKG melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG, situs web bmkg.go.id, atau media sosial resmi BMKG agar tidak terpengaruh oleh isu-isu menyesatkan. (KSC)








