Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut, Getaran Terasa hingga Bandung dan Pangandaran

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut, Getaran Terasa hingga Bandung dan Pangandaran
Foto: Pusat gempa barat daya Kabupaten Garut. (Dok. BMKG)

KLIKSUMUT.COM | GARUT – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu (18/6/2025) pukul 15:24:49 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan *Magnitudo 4,9* ini berpusat di laut, sekitar 140 km barat daya Kabupaten Garut, dengan kedalaman 13 km.

Gempa Dangkal Akibat Deformasi Zona Intraplate Indo-Australia

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menyampaikan bahwa gempa ini tergolong dangkal dan terjadi akibat aktivitas deformasi di Zona Intraplate Lempeng Indo-Australia.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Bandung Pagi Buta, Terasa hingga Cianjur dan Pasir Kuda

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat deformasi lempeng. Ini khas gempa bumi di zona intraplate,” jelas Hartanto dalam keterangan resminya.

Getaran Dirasa hingga Bandung dan Pangandaran

Guncangan gempa cukup dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Jawa Barat. Menurut laporan yang dihimpun BMKG:

Garut, Pangandaran, Ciamis, Taraju, Sindangbarang, dan Tasikmalaya merasakan getaran dengan Skala Intensitas III MMI. Getaran terasa jelas dalam rumah, seperti dilalui truk besar.
Banjar mengalami getaran dengan Skala Intensitas II – III MMI, dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda ringan bergoyang.
Soreang, Bandung, dan Lembang merasakan Skala Intensitas II MMI, yang dirasakan hanya oleh beberapa orang dan membuat benda gantung ringan bergoyang.

Belum Ada Laporan Kerusakan, BMKG: Tetap Tenang

Hartanto menegaskan bahwa hingga pukul 15:45 WIB, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

“Hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan. Hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” ujarnya.

BACA JUGA: Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Mandailing Natal, Sumut: Terasa hingga Piang Sorik dan Sibolga, Tak Berpotensi Tsunami

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum diverifikasi kebenarannya. “Pastikan hanya memperoleh informasi dari sumber resmi BMKG,” tegas Hartanto.

Tetap Waspada, Tapi Jangan Panik

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa diimbau untuk mengenali titik-titik evakuasi, memperhatikan struktur bangunan tempat tinggal, dan selalu mengikuti panduan mitigasi bencana. (KSC)

Pos terkait