Geger! Wanita di Batam Dikeroyok Gegara Masalah Sampah, Kepala Diinjak dan Wajah Dicakar

Geger! Wanita di Batam Dikeroyok Gegara Masalah Sampah, Kepala Diinjak dan Wajah Dicakar
Tampang Teduga Pelaku berinisial AA alias Ayub (Kiri) dan T alias Tiara terekam laporan polisi Polsek Bengkong Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau. (kliksumut.com/Dalil Harahap)

REPORTER: Dalil Harahap

KLIKSUMUT.COM | BATAM – Peristiwa memilukan terjadi di Apartemen Happy Green Town, Bengkong Laut, Kota Batam, pada Sabtu siang (18/10/2025). Seorang wanita berinisial DCH (20) mengalami luka serius dan trauma mendalam setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sesama penghuni kos hanya karena persoalan sepele: buang sampah.

Insiden kekerasan yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu melibatkan dua terduga pelaku, yakni seorang pria berinisial A.A alias Ayub (21), yang disebut sebagai mahasiswa magang Politeknik Negeri Batam, dan seorang wanita berinisial T alias Tiara (21).

Dari keterangan korban, konflik bermula dari teguran ringan soal sampah. Namun situasi cepat memanas dan berujung pada aksi kekerasan sadis yang tak bisa dibenarkan.

“Awalnya cuma soal buang sampah, tapi tiba-tiba saya ditantang berkelahi. Saya tidak menyangka akan dipukul, digigit, bahkan diinjak kepala saya,” ungkap DCH dengan suara gemetar usai melapor ke Polsek Bengkong.

BACA JUGA: Universitas Udayana Klarifikasi Kematian Mahasiswa FISIP: Tidak Terkait Ujaran Nirempati di Media Sosial

Menurut pengakuan korban, Ayub diduga menginjak keras bagian belakang kepala, sementara Tiara memukul berulang kali, mencakar wajah, bahkan menggigit korban. Akibat kejadian itu, DCH mengalami luka di tangan kanan dan kiri, luka di kening, serta pembengkakan di kepala bagian belakang.

“Saya hanya ingin melerai, tapi malah jadi sasaran. Luka ini bukan cuma fisik—saya trauma. Saya harap ada keadilan,” tambahnya dengan nada pilu.

Bacaan Lainnya

Laporan resmi telah teregister dengan nomor: STTLP/106/IX/2025/SPKT/Polsek Bengkong/Polda Kepri. Petugas Polsek Bengkong menyatakan bahwa kasus ini saat ini masih dalam penyelidikan awal (lidik) dan telah dilimpahkan ke Unit Reskrim.

“Kami menerima laporan korban dan telah mengamankan hasil visum. Proses hukum terus berjalan,” ujar salah satu petugas saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Ammar Zoni Dipindah ke Nusakambangan, Terbukti Edarkan Narkoba di Dalam Rutan

Kejadian ini kembali menyorot lemahnya sistem keamanan dan minimnya deteksi dini terhadap konflik sosial di lingkungan hunian vertikal seperti apartemen atau rumah kos. Konflik personal yang tak tertangani bisa berkembang menjadi tindak pidana berat, bahkan mengancam keselamatan jiwa. (KSC)

Pos terkait