Formapera: Usut Obstruction of Justice lain di Kasus Sambo, Irsus dan BK DPR Harus Periksa Sufmi Dasco

Formapera: Usut Obstruction of Justice lain di Kasus Sambo, Irsus dan BK DPR Harus Periksa Sufmi Dasco
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera), Teuku Yudhistira.

BOGOR | kliksumut.com Kasus pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus meluas. Tak sebatas unsur pidana yang kini menjerat 5 tersangka utama, ternyata diduga kuat ada pihak-pihak yang berusaha menunggangi dan terlibat kasus ini yang pada akhirnya menimbulkan keraguan terhadap penyidik Irsus untuk mengungkapnya di awal kasus ini mencuat.

Indikasi itulah yang dinilai dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang sempat berkomentar di media. Persoalan ini diungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera), Teuku Yudhistira.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Ferdy Sambo Ditahan Suatu Langkah Maju Bagi Polri

Menurut pria yang akrab disapa Yudis ini, komentar yang dikemukakan Dasco di Detik.com dan media lainnya pada Senin, 11 Juli 2022 atau tepat pertama kali kasus ini muncul ke publik, sudah jelas bentuk menghalangi proses hukum atau obstruction of justice secara politis.

Apalagi saat itu Sufmi Dasco seolah secara terang-terangan mematahkan usulan Indonesia Police Watch (IPW) kepada Kapolri untuk menonaktifkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dengan mengatakan bahwa langkah itu tidak ada relevansinya dan menyebut Ferdy Sambo sebagai korban.

“Ini yang jadi pertanyaan, kenapa seorang Pimpinan DPR RI melontarkan pernyataan seperti itu? Lantas begitu Irsus bentukan Kapolri menemukan fakta dan akhirnya menetapkan Ferdy Sambo, istrinya dan 3 orang kepercayaanya yang lain jadi tersangka pembunuhan Brigadir J, kenapa dia (Dasco) tidak mengklarifikasi pernyataan awalnya. Mengapa malah setelah Sambo jadi tersangka dia seakan menjadi pendukung Kapolri untuk menetapkan ketersangkaan Sambo tersebut,” tegas Yudis dalam keterangannya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/8/2022).

Pos terkait