KLIKSUMUT.COM | PADANG LAWAS ~ Forum Komunikasi Mahasiswa Pemerhati Padang Lawas (FKMPP) menilai kepemimpinan Bupati Padang Lawas (Palas), Putra Mahkota Alam Hasibuan, kegagalan total dan tidak lagi layak memegang mandat rakyat. Penyataan tegas ini terbit setelah FKMPP melakukan evaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan Putra Mahkota Alam.
Mahasiswa menegaskan bahwa kesabaran masyarakat telah mencapai batas. Mereka menilai kondisi Kabupaten Palas tidak lagi berada pada jalur pembangunan, melainkan mengalami kemunduran serius akibat kepemimpinan yang dianggap tidak kompeten.
Infrastruktur dan Layanan Dasar Dinilai Memburuk
Ketua Umum FKMPP, Hamdi Hasibuan menyebutkan, kondisi infrastruktur di Palas hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan. Jalan-jalan utama di berbagai titik masih rusak parah dan menyerupai kubangan lumpur, sehingga menghambat mobilitas warga serta memutus aktivitas perekonomian masyarakat.
BACA JUGA: Mahasiswa STIK Gelar Bakti Kesehatan Gratis di Aceh Tengah
“Mahasiswa menilai pemerintah daerah mengabaikan persoalan tersebut secara serius. Mereka menyebut kondisi jalan yang rusak bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan lemahnya komitmen terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Hamdi Hasibuan.
Selain infrastruktur, FKMPP juga menilai sektor kesehatan dan pendidikan mengalami stagnasi. Fasilitas kesehatan dinilai belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Di sisi lain, kualitas pendidikan tidak menunjukkan peningkatan yang berarti.
“Masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka mempertanyakan pengelolaan anggaran daerah yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik,” tambahnya.
BACA JUGA: KAMMI Sumut Ngopi Bareng Wakil Bupati Dairi, Bangun Komunikasi Mahasiswa dengan Pemkab
Krisis BBM dan Ekonomi yang Tertekan
FKMPP juga menyoroti antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi hampir setiap hari. Mahasiswa menilai kondisi tersebut menjadi bukti lemahnya fungsi pengawasan dan koordinasi pemerintah daerah.
“Krisis BBM berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Pelaku usaha kecil dan masyarakat umum harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, sehingga produktivitas menurun,” tegas Hamdi Hasibuan.
Hamdi Hasibuan juga mengatakan, Pemkab Palas belum menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Kondisi itu, menurut mereka, semakin memperburuk tekanan ekonomi masyarakat Palas.
BACA JUGA: Warga dan Mahasiswa Desak BPN Klarifikasi Status HGU PT Smart
Soroti Dugaan Pemborosan Anggaran
FKMPP turut mengkritik kondisi birokrasi yang dinilai sarat kepentingan pribadi. Mereka menuding anggaran daerah lebih banyak terserap untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas, sementara kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi secara optimal.
Mahasiswa menyatakan praktik tersebut mencerminkan tata kelola pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat. Mereka menilai pemerintah daerah harus mengutamakan pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan sebagai prioritas utama.
Pernyataan Tegas dan Mosi Tidak Percaya
Dalam pernyataan resminya, FKMPP menyampaikan sikap keras terhadap kepemimpinan Putra Mahkota Alam.
BACA JUGA: Polres Labuhanbatu Tolak Pengaduan Korban Dugaan Kekerasan Aparat, Mahasiswa Mengadu ke Polda Sumut
“Kami telah bersabar selama satu tahun penuh menyaksikan daerah ini runtuh. Putra Mahkota Alam telah terbukti tidak mampu, tidak memiliki kemauan, dan tidak kompeten. Jika tujuan menjabat hanya untuk duduk di kursi empuk tanpa memperbaiki jalan dan menyejahterakan rakyat, maka lebih baik mundur atau diganti! Kami tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai berjanji. Kami membutuhkan pemimpin yang memiliki hati!” tegas Hamdi Hasibuan.
FKMPP secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap Bupati Palas, Putra Mahkota Alam. Organisasi mahasiswa tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemangku adat, hingga generasi muda, untuk bersatu menuntut perubahan kepemimpinan di daerah tersebut.
“Ganti Bupati atau biarkan Padang Lawas mari!” seru Hamdi Hasibuan. (KSC)








