KLIKSUMUT.COM | DAIRI ~ Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan silaturahmi dan ngopi bareng bersama Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala.
Ngopi bareng ini dalam rangka membangun komunikasi hangat, terbuka, dan konstruktif antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.
Pertemuan Santai Bahas Isu Strategis Daerah
Kegiatan yang berlangsung di Dairi. Hadir secara langsung Ketua Umum KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, beserta jajaran pengurus.
BACA JUGA: Ngopi Bareng Media, Kapolres Binjai Tegaskan Perang Melawan Narkoba dan Kejahatan
Suasana santai dalam pertemuan tersebut menciptakan ruang dialog efektif. KAMMI Sumut dan Wakil Bupati Dairi membahas berbagai isu strategis, mulai dari peran pemuda, kondisi sosial kemasyarakatan, hingga tantangan pembangunan Kabupaten Dairi ke depan.
Mahasiswa Siap Berikan Kontribusi Nyata
Dalam kesempatan itu, Irham Rambe menegaskan, KAMMI Sumut berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra kritis dan solutif bagi Pemkab Dairi.
“Mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai pengawas kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari elemen bangsa yang siap memberikan gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan peran aktif mahasiswa dalam mendukung pembangunan yang partisipatif.
BACA JUGA: Kapolresta Barelang Ajak Komunitas Driver Online Ngopi Bareng dan Jaga Kamtibmas
Pemerintah Daerah Sambut Positif Inisiatif Mahasiswa
Sementara Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menyambut baik silaturahmi tersebut dan mengapresiasi inisiatif KAMMI Sumut.
“Pemerintah Kabupaten Dairi terbuka terhadap masukan, kritik, dan ide-ide konstruktif dari kalangan pemuda dan mahasiswa demi terciptanya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan silaturahmi dan ngopi bareng ini, KAMMI Sumut berharap komunikasi antara mahasiswa dan Pemkab dairi dapat terjalin secara berkelanjutan.
Kolaborasi ini Akan mendorong lahirnya sinergi nyata dalam mewujudkan pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan. (KSC)
REPORTER: Arif Genta Buana








