Fadli Zon Hadiri Ritual Boyongan “Mbah Bhelet”, Arca Unfinished Buddha Dipindahkan di Kawasan Borobudur

Fadli Zon Hadiri Ritual Boyongan “Mbah Bhelet”, Arca Unfinished Buddha Dipindahkan di Kawasan Borobudur
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menghadiri prosesi sakral Ritual Ageng Boyongan “Mbah Bhelet” dalam rangka pemindahan Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian dan penguatan nilai budaya di salah satu situs warisan dunia tersebut.

KLIKSUMUT.COM | MAGELANG – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menghadiri prosesi sakral Ritual Ageng Boyongan “Mbah Bhelet” dalam rangka pemindahan Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian dan penguatan nilai budaya di salah satu situs warisan dunia tersebut.

Arca yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Mbah Bhelet” sebelumnya disimpan di Museum Karmawibhangga. Kini, arca tersebut dipindahkan ke Lapangan Kenari agar lebih mudah diakses oleh wisatawan, peziarah, maupun masyarakat umum yang datang untuk wisata budaya dan religi.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa pemindahan arca ini bukan sekadar relokasi, melainkan bagian dari strategi pengembangan kebudayaan nasional.

“Pemindahan arca ini telah melalui konsultasi dengan seniman, budayawan, tokoh lokal, serta para Bante dan Biksu. Harapannya, penempatan di Lapangan Kenari dapat memperkuat nilai budaya dan spiritual sekaligus meningkatkan aksesibilitas,” ujarnya dikutip, Selasa (5/5/2026).

Prosesi Boyongan “Mbah Bhelet” turut dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Ruwat yang dipimpin oleh Ki Dalang Darmo Widjoyo serta doa bersama yang dipanjatkan oleh tokoh agama setempat. Kegiatan ini melibatkan Lembaga Adat Desa Borobudur bersama para pelaku budaya di kawasan Borobudur.

Bacaan Lainnya

Menurut Fadli Zon, tradisi tersebut mencerminkan perjalanan spiritual masyarakat yang sarat makna.

BACA JUGA: Candi Bahal, Jejak Kejayaan Buddha di Padang Lawas Utara yang Menyimpan Sejuta Misteri

“Kita melihat adanya spiritual journey untuk mendapatkan keberkahan dan kebaikan, sekaligus menjadi penyempurna dari warisan budaya yang kita miliki,” katanya.

Arca Unfinished Buddha dikenal sebagai salah satu artefak unik di Borobudur karena bentuknya yang tidak sempurna. Pahatan yang belum selesai ini membuka ruang interpretasi luas bagi para arkeolog dan peneliti mengenai sejarah dan filosofi pembangunannya.

Keberadaan arca ini juga memperkaya narasi sejarah Candi Borobudur sebagai situs yang tidak hanya monumental, tetapi juga menyimpan lapisan peradaban dan identitas budaya bangsa.

Fadli Zon menargetkan proses pemindahan dan penataan arca dapat selesai sebelum perayaan Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026.

“Kita dorong agar pedestal dan penataan patung selesai sebelum Waisak, sehingga dapat menjadi bagian dari perayaan besar tersebut,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat dan pengelola kawasan, di antaranya perwakilan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko serta jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan yang terus mendorong revitalisasi situs budaya nasional.

BACA JUGA: Fadli Zon Tinjau Klenteng See Hin Kiong Padang, Dorong Jadi Cagar Budaya Nasional

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam memajukan kebudayaan melalui berbagai program strategis, mulai dari revitalisasi situs dan museum, percepatan registrasi cagar budaya, hingga penguatan industri budaya.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan kawasan Borobudur tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat pembelajaran budaya dan spiritual kelas dunia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait