KLIKSUMUT.COM | PADANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan peninjauan ke Klenteng See Hin Kiong sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan rumah ibadah bersejarah di Sumatera Barat.
Dalam kunjungannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Klenteng See Hin Kiong merupakan simbol penting akulturasi budaya Tionghoa dengan adat Minangkabau yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
“Klenteng See Hin Kiong ini merupakan salah satu klenteng tertua di Padang, dibangun sekitar tahun 1841. Ini memiliki nilai historis yang sangat penting sebagai wujud nyata akulturasi budaya,” ujarnya dikutip dari Kementerian Kebudayaan, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, keberadaan klenteng tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mencerminkan perjalanan sejarah dan keberagaman budaya di Kota Padang.
Fadli Zon juga menegaskan pihaknya tengah mendorong percepatan pengusulan Klenteng See Hin Kiong menjadi cagar budaya tingkat nasional. Saat ini, bangunan tersebut telah berstatus cagar budaya tingkat provinsi.
“Setelah proses revitalisasi dan kajian mendalam selesai, kita harapkan klenteng ini bisa segera ditetapkan sebagai cagar budaya nasional,” jelasnya.
Secara historis, klenteng ini sempat mengalami kebakaran pada 1860-an sebelum akhirnya direnovasi kembali pada tahun 1890. Eksistensinya bahkan telah terekam dalam dokumentasi visual era Hindia Belanda, termasuk karya fotografer pionir Woodbury dan Page sekitar tahun 1857.
Selain revitalisasi fisik, Kementerian Kebudayaan juga mendorong pendokumentasian sejarah klenteng sebagai bagian dari upaya pemetaan cagar budaya dan rumah ibadah di Indonesia.
Ketua klenteng, Tan Kim Siong, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai pelestarian ini penting untuk menjaga memori kolektif masyarakat Tionghoa di Padang.
“Klenteng ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga warisan budaya yang merepresentasikan nilai spiritual dan tradisi lintas generasi,” ujarnya.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Fadly Amran, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Rachmanda Primayuda, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Nurmatias.
Menutup kunjungannya, Fadli Zon menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan budaya.
“Kita akan revitalisasi klenteng ini bersama dengan perencanaan matang. Harapannya, ke depan Klenteng See Hin Kiong bisa menjadi living heritage, museum, sekaligus destinasi wisata budaya unggulan,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya di Sumatera Barat. (KSC)
TIM REDAKSI








