Eko Yuli Irawan: Dari Anak Tukang Becak hingga Legenda Angkat Besi Indonesia

Eko Yuli Irawan: Dari Anak Tukang Becak hingga Legenda Angkat Besi Indonesia
Eko Yuli Irawan

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Perjalanan hidup Eko Yuli Irawan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan tekad mampu mengubah nasib. Lahir dari keluarga sederhana di Kota Metro, Lampung, Eko berhasil menjelma menjadi salah satu atlet angkat besi terbaik Indonesia dengan segudang prestasi dunia.

Semua bermula pada tahun 2000, saat Eko kecil untuk pertama kalinya melihat latihan angkat besi di kampungnya. Dari momen sederhana itu, tumbuh keyakinan dalam dirinya bahwa olahraga bisa menjadi jalan untuk mengangkat derajat keluarga.

Bacaan Lainnya

“Sejak pertama melihat angkat besi, saat itulah saya menemukan cara untuk mengangkat derajat saya dan keluarga saya,” kenangnya, Senin (27/4/2026).

Terlahir dari keluarga kurang mampu, Eko harus menghadapi kerasnya kehidupan sejak dini. Ayahnya, Saman, bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya, Wastiah, berjualan sayur. Bahkan, keluarga mereka tinggal di atas tanah milik orang lain yang sewaktu-waktu bisa diminta kembali.

Tekad kuat mendorong Eko untuk merantau dan menekuni angkat besi secara serius. Dalam sebuah perbincangan bersama Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, Eko mengungkapkan motivasi terbesarnya adalah membantu orang tua keluar dari kemiskinan.

Perjuangannya tidak instan. Hanya dalam waktu 10 bulan latihan, Eko sudah mampu meraih medali emas di kejuaraan nasional. Prestasi itu menjadi pintu awal menuju mimpi yang lebih besar: meraih medali di Olimpiade.

Pada 2006, Eko akhirnya masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior di Hangzhou, di mana ia meraih medali perak. Setahun kemudian, di Praha, ia berhasil menyabet medali emas.

BACA JUGA: Luluk Diana Tri Wijayana Sabet Emas Angkat Besi Putri 48 kg di SEA Games 2025 Thailand

Prestasi tersebut membawa berkah besar. Bonus Rp25 juta yang diterimanya langsung digunakan untuk membeli tanah bagi orang tuanya di kampung halaman.

Kesuksesan Eko berlanjut di ajang SEA Games 2007 di Thailand, di mana ia kembali meraih medali emas. Bonus sebesar Rp200 juta dari pemerintah digunakan untuk membangun rumah bagi keluarganya.

“Itu pertama kalinya di multievent saya bisa dapat medali. Orang tua saya sampai menangis haru karena akhirnya kami punya rumah,” ujarnya.

Karier Eko terus menanjak hingga menorehkan sejarah di panggung dunia. Ia tercatat lima kali tampil di Olimpiade, mulai dari Olimpiade Beijing 2008 hingga Olimpiade Paris 2024.

Dari keikutsertaannya itu, Eko berhasil mengoleksi empat medali Olimpiade, terdiri dari dua medali perak dan dua medali perunggu, menjadikannya salah satu lifter paling konsisten dalam sejarah Indonesia.

Tak hanya fokus pada prestasi pribadi, Eko juga memikirkan masa depan keluarganya. Bonus dari Olimpiade Beijing digunakannya untuk membeli sawah, sehingga orang tuanya bisa bertani di lahan sendiri.

Kini, Eko juga berkontribusi dalam mencetak generasi penerus dengan membangun sasana latihan angkat besi di Bekasi. Tempat ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk belajar langsung dan menggapai mimpi seperti dirinya.

BACA JUGA: Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia dan Sabet Dua Emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025

“Saya ingin anak-anak di sini merasakan kesempatan yang sama seperti saya dulu, bisa sukses dan membantu orang tua mereka,” tuturnya.

Kisah Eko Yuli Irawan menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi. Dengan disiplin, kerja keras, dan tekad kuat, ia berhasil mengubah hidupnya sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait