Dunia Internasional Soroti Kematian Driver Ojol di Jakarta, Seruan Keadilan

Dunia Internasional Soroti Kematian Driver Ojol di Jakarta, Seruan Keadilan
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri saat menabur bunga di makam Affan Kurniawan yang tewas ditabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob dalam aksi demonstrasi di Jakarta Pusat. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Tragedi yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) dalam aksi demonstrasi di Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), kini menjadi sorotan media internasional. Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat kerusuhan terjadi di tengah aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI.

Media asing, termasuk The Straits Times dari Singapura dan kantor berita Reuters dari Inggris, mengangkat insiden ini sebagai berita utama dengan nada duka mendalam dan kecaman keras terhadap aparat.

Dalam laporan berjudul “Justice for Affan: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash”, The Straits Times menyoroti bagaimana kematian Affan telah memicu gelombang emosi di masyarakat. Media tersebut mewawancarai langsung ibunda Affan, Erlina (41), yang tak kuasa menahan tangis saat mengenang anak sulungnya itu.

“Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya,” ujar Erlina di kediamannya di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

BACA JUGA: Mensesneg dan Kapolri Buka Suara Soal Sopir Ojol Ditabrak Rantis Brimob, Pemerintah Beri Atensi Khusus

Bacaan Lainnya

Erlina juga menyebut Affan sebagai tulang punggung keluarga. “Dia bekerja sangat keras. Dia menabung dari hasil narik untuk beli tanah dan bangun rumah untuk kami di kampung, di Lampung,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Tagar #JusticeForAffan pun mulai ramai digunakan di media sosial, mencerminkan solidaritas publik atas tragedi ini.

Sementara itu, Reuters menurunkan laporan berjudul “Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration.” Dalam artikelnya, Reuters melaporkan bahwa kematian Affan telah menjadi pemicu kemarahan di kalangan mahasiswa, yang berencana menggelar aksi lanjutan di Mabes Polri.

“Para mahasiswa Indonesia mengatakan mereka akan berunjuk rasa di Mabes Polri pada hari Jumat setelah seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kendaraan polisi dalam bentrokan yang berujung kekerasan,” tulis Reuters.

BACA JUGA: Demo Buruh dan Mahasiswa di DPR RI Berjalan Kondusif, Polda Metro: Kerusuhan Dipicu Kelompok Misterius

Reuters juga mencatat pernyataan permohonan maaf dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri atas insiden tersebut. Namun, permintaan maaf ini tampaknya belum cukup meredam kekecewaan masyarakat yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak kepolisian.

Tragedi ini menambah daftar panjang catatan buruk dalam penanganan aksi unjuk rasa oleh aparat keamanan. Pengamat HAM dan LSM mulai mendesak dilakukan evaluasi serius terhadap prosedur pengamanan aksi serta penggunaan kendaraan taktis di area sipil.

Kematian Affan tidak hanya menjadi duka keluarga, tapi juga luka kolektif yang menggores kepercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya melindungi. (KSC)

Pos terkait