Bupati Tapteng Sahuti Keluhan Warga: Tembok PT Nauli Sawit Akhirnya Dirobohkan

Bupati Tapteng Sahuti Keluhan Warga: Tembok PT Nauli Sawit Akhirnya Dirobohkan
ROBOHKAN TEMBOK: Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) merobohkan tembok milik PT Nauli Sawit di Kecamatan Sirandorung karena menutup akses jalan utama penghubung Kelurahan Banjamas dengan Desa Muara Tapus, di Kecamatan Manduamas. (FOTO: Benny Setiawan)

KLIKSUMUT.COM | TAPANUILI TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) akhirnya merobohkan tembok milik PT Nauli Sawit di Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung karena menuntup akses jalan utama yang menghubungkan dua kawasan, Jumat (5/9/2025)..

Proses perubuhan tembok berlangsung lancar dengan mengerahkan alat berat disaksikan Dirut PT Nauli Sawit Aryanto atau Akiong, Camat Manduamas Lisnawati Lumbantobing, Kapolsek Manduamas Iptu AP Limbong, Personel Koramil 01 Barus, dan kepala desa setempat, Kamis (4/9/2025).

BACA JUGA: Peringati HUT Tapteng ke-80, PDAM Mual Nauli Edukasi Publik Lewat Pameran Alat Distribusi Air di GOR Pandan

“Hari ini, sejarah bagi kami. Perjuangan panjang ini, berbuah manis berkat dukungan banyak pihak,” ujar Sahata Nainggolan, warga Kelurahan Bajamas, dalam keterangan tertulis yang dirilis Dinas Kominfo Tapteng, Jumat (5/9/2025).

Kepala Dusun II, Desa Muara Tapus, Rahman Sibarani, juga mengaku merasa bahagia dengan perobohan tembok milik PT Nauli Sawit itu.

“Kami tidak lagi harus menempuh jalan berliku. Terima kasih atas kerja sama dua kecamatan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, apa yang dilakukan ini membuat kami bisa merasa merdeka,” ucapnya.

BACA JUGA: Massa Cari Ketua DPRD Tapteng, Nanya Peruntukan Dana PEN 70 Miliar

Keberadaan tembok, telah dikeluhkan warga kurun waktu 10 tahun terakhir, namun tidak mendapat respon dari manajemen PT Nauli Sawit dan Pemkab Tapteng. Padahal, tembok tersebut memutus akses utama yang menghubungkan Kelurahan Banjamas dengan Desa Muara Tapus di Kecamatan Manduamas.

Bacaan Lainnya

Kali ini, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyahuti keluhan warga. Pemkab kemudian melakukan mediasi agar managemen PT Nauli Sawit menggelar dialog dengan warga. Hasil dialog, tembok akhirnya dirobohkan agar warga tidak lagi terisolir. (KSC)

REPORTER: Benny Setiawan

Pos terkait