Bumerang Atas Serangan Hamas Hingga Peliknya Konflik Israel-Palestina

Bumerang Atas Serangan Hamas Hingga Peliknya Konflik Israel-Palestina
Pertikaian Israel dan kelompok Palestina di Gaza pada 2014 membuat penghuni kawasan itu menderita.(EPA via BBC INDONESIA)

kliksumut.com – Hingga saat ini, cerita panjang konflik Israel-Palestina tak kunjung menemui titik terang dari masa ke masa. Terbaru, tensi kedua negara itu kembali memanas dalam beberapa hari terakhir karena dipicu oleh berbagai sebab. Ratusan orang menjadi korban akibat konflik Israel-Palestina terbaru ini, termasuk di antaranya adalah puluhan anak-anak.

Bagaimana sebenarnya konflik tiada ujung ini?

Konflik permanen

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ahmad Sahide menganggap konflik Israel-Palestina sebagai konflik permanen.

Baca juga: Warning Raja Salman ke Trump Soal Palestina

“Saya memberi istilah konflik ini dengan istilah Permanent Conflict (konflik permanen), sebab konflik ini berkepanjangan dan dan belum ada titik temu sebagai solusinya,” kata Sahide saat dihubungi dikutip kompas.com, Minggu (16/7/2021).

Ia menuturkan, konflik kedua negara itu bermula ketika orang Yahudi memaksakan mendirikan negara di tanah yang sudah ada penduduknya (Palestina) pada 1948. Orang Yahudi mengklaim memiliki ikatan historis dengan tanah itu sebelum berdiaspora pada abad satu Masehi. Sahide menjelaskan, konflik tersebut sulit untuk didamaikan karena tidak adanya dukungan politik bagi Palestina.

“Israel mempunyai dukungan politik yang kuat, sementara Palestina hanya mempunyai dukungan moril yang kuat,” jelas penulis buku Gejolak Politik Timur Tengah (2017) itu. Menurut dia, minimnya dukungan politik itu mengakibatkan tidak adanya strategi perjuangan bagi Palestina, seperti yang dilakukan Yahudi saat akan mendirikan negara.

“Saat itu, orang-orang Yahudi melakukan penggalangan dana dan mendekati negara-negara yang berpengaruh di kancah dunia,” ujar dia.

Pos terkait