BPBD Pandeglang Imbau Warga Pesisir Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Nelayan Dilarang Dekati Radius 5 Kilometer

Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 3.000 Meter
Gunung Anak Krakatau saat erupsi di Selat Sunda di Lampung Selatan, 23 Desember 2018. (Foto: Antara/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat via REUTERS)

KLIKSUMUT.COM | PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengimbau seluruh masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Meski kondisi di lapangan masih aman dan aktivitas warga berlangsung normal, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan kepada masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga aparat desa agar terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA: Krakatau: Dari Jazz Fusion hingga World Jazz, Legenda Musik Indonesia yang Tak Pernah Padam

“Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,” ujar Acep di Pandeglang, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, kondisi di kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih kondusif. Aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perdagangan di pasar tradisional, tetap berjalan seperti biasa.

Selain itu, pelayanan publik di sektor kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, juga tetap beroperasi normal tanpa adanya gangguan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik.

Meski demikian, BPBD meminta masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah meningkat ke **Level III (Siaga)** dari sebelumnya **Level II (Waspada)**. Kenaikan status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda.

BPBD mengingatkan nelayan, wisatawan, maupun warga agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius minimal lima kilometer dari kawah aktif.

“Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung,” kata Acep.

Di sisi lain, warga pesisir mengaku tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa meskipun terus mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Suherman, seorang pedagang di Labuan, mengatakan dirinya bersama pedagang lainnya tetap membuka usaha karena sudah terbiasa menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA: Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 3.000 Meter

Meski demikian, ia mengakui masyarakat masih menyimpan trauma atas bencana tsunami Selat Sunda pada 2018 yang dipicu longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau.

“Kami tetap tenang, namun tetap waspada, serta jangan sampai terulang kembali tsunami 2018 hingga ratusan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi,” ujarnya.

BPBD Pandeglang mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan dari pemerintah, BPBD, serta instansi terkait.

Kewaspadaan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali mengalami peningkatan. Pemerintah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala. (KSC)

Pos terkait