KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Senin hingga Selasa (15–16 September 2025). Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang akibat pengaruh berbagai faktor atmosfer berskala global hingga lokal.
Menurut BMKG, cuaca ekstrem ini dipicu oleh Dipole Mode Index (DMI) yang berada dalam fase negatif (-1,27), yang artinya meningkatkan suplai uap air ke wilayah barat Indonesia. Selain itu, pengaruh gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuator juga masih aktif, memicu terbentuknya awan konvektif dan peningkatan curah hujan.
Tak hanya itu, kemunculan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia barat Bengkulu serta pola siklonik di sekitar Kalimantan Utara ikut memperparah potensi cuaca ekstrem. Fenomena ini menciptakan daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin (konvergensi) yang memicu terbentuknya awan-awan hujan besar.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Ancam Jabodetabek, Pemerintah Imbau Waspada Banjir dan Siaga Darurat
“Potensi hujan lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga dasarian kedua September,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, di antaranya: Wilayah Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu. Sumatera Selatan dan Lampung.
Wilayah Jawa : Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta dan Jawa Timur.
Wilayah Indonesia Tengah dan Timur: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua
Dengan meningkatnya intensitas hujan dan angin, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung pun ikut meningkat. BMKG mengimbau masyarakat untuk: Waspada terhadap genangan dan banjir bandang. Menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan disertai angin. Mengamankan barang-barang yang rentan terbawa angin. Memantau informasi cuaca dari sumber resmi BMKG. (KSC)








