Berto Optimis Raih Medali Di PON Papua


“Berkat dorongan Hendrik Tarigan, saya akhir beralih olahraga dari sepakbola ke Wushu Sanda. Tepatnya tahun 2013 saat duduk dibangku kelas 3 SMP mulai menggeluti Sanda. Apalagi kabupaten Karo merupakan wilayah yang selalu tampil sebagai juara umum setiap kali Kejurda Wushu Sanda Sumut,” tutur anak dari pasangan Tasmiran Manik dan Nurhaida boru Nainggolan ini.

Atlet yang dilahirkan 28 Oktober 1998 telah berhasil menorehkan prestasi sebagai jawara kick boxing Semarang 2019. Pemilik tinggi 172 cm dan berat badan 73 kg ini juga berhasil mengambil tiket PON Papua saat melakoni seleksi di ajang Pra PON di Babel 2019 dengan raihan peringkat 3.

“Semangat dan sportifitas harus selalu dijaga. Disiplin waktu, itu yang paling penting. Target menuai peringkat pertama pada PON nantinya harus diwujudkan,” sebut anak ke 6 dari 8 bersaudara ini.

Baca juga: Bank Muamalat- Flip Jalin Kerjasama, Transfer Uang antar Bank tanpa Biaya


Pendoyan sop Lembu ini menambahkan untuk mewujudkan raihan prestasi tertinggi harus menghadapi tantangan. Tantangan ini harus dijalani dengan penuh semangat tentunya dapat tampil maksimal menjadi yang terbaik dalam babak penyisihan nantinya.

“Saya terus latihan dan fokus latihan serta berusaha tampil maksimal. Tetap berusaha keras untuk menekuk lawan saat pertandingan nantinya. Intinya ingin membuat nama harum Sumut Bermartabat pada pentas olahraga tanah air yang digelar empat tahun sekali,” tutup pria jomblo ini. (BNL)

Pos terkait