Bentrok Antar Kelompok Pemuda, Polres Palas Lakukan Mediasi

PALAS | kliksumut.com Bentrok Antar kelompok pemuda Desa Hasahatan Jae Kecamatan Barumun Baru dengan pemuda Lingkungan VII Kelurahan Pasar Sibuhuan baru-baru ini telah terjalin perdamean.

Perdamaian itu dimediasi langsung oleh pihak Polres Kabupaten Padang Lawas bersama Pemerintah Kecamatan setempat Jumat (8/4/2022).

BACA JUGA: Dua Kelompok Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Nyaris Bentrok

Bentrokan antar pemuda ini berawal dari kegiatan olahraga futsal di Desa Sibuhuan Julu Kecamatan Barumun karena saling adu mulut dan ejek mengejek sehingga memicu tawuran Jumat (08/04/2022) dinihari sekira pukul 00.30 WIB.

Akibat bentrokan itu, seorang pemuda mengalami luka-luka sehingga harus di evakuasi ke RSUD Sibuhuan untuk mendapatkan pertolongan medis, bahkan sepeda motor korban juga dirusak oleh kelompok pemuda Desa Hasahatan Jae

Kapolres Padanglawas, AKBP Indra Yanitra Irawan.SIK.MSi melalui Kapolsek Barumun AKP Miptahuddin SE kepada wartawan membenarkan adanya perkelahian antar kelompok pemuda dilokasi lapangan futsal Sibuhuan Julu, Kamis (07/04/2022) malam sekira pukul 22.10 WIB.

Beliau menerangkan, sekira pukul 20.00 WIB,Baginda Syarif Muda Hasibuan,Sulaiman Hasibuan Dkk pemuda asal Batang Taris berjumlah 20 orang main futsal dilapangan Futsal Sibuhuan Julu.

Usai bermain futsal sekira pukul 22.00 WIB, pemuda dari Batang Taris Kelurahan Pasar Sibuhuan pergi meninggalkan lapangan dan bergantian dengan pemuda dari Desa Hasahatan Jae Kecamatan Barumun Baru.

Namun sekira pukul 22.30 WIB,Baginda Syarif Muda Hasibuan dan Sulaiman Hasibuan dkk kembali lagi kelapangan futsal karena teman -teman tidak terima kejadian Rabu (06/04/2022) saat bermain di Desa Hasahatan Jae terjadi salah paham.

“Akibatnya pemuda dari Desa Batang Taris Kelurahan Pasar Sibuhuan mendatangi pemuda dari Desa Hasahatan Jae,Kecamatan Barumun Baru.Saat bertemu terjadi pertengkaran adu mulut dan cekcok yang berujung perkelahian kelompok,” sambungnya.

Kelompok pemuda dari Desa Hasahatan Jae tidak terima didatangi Baginda Sayrif dan Sulaiman langsung melayangkan pukulan kepada Baginda Syarif dan merusak sepeda motor Mio Nopol BM 3149 ZX pada bagian batok lampu depannya.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Kemarahan Warga Cara Pemerintah Tangani COVID-19, Demonstran Thailand Bentrok Dengan Polisi

Ditambahkannya setelah dimediasi oleh pihak Kepolisian dan Pemerintah Kecamatan dicapai kesepakatan bersama, masalah itu tidak dilanjutkan ke ranah hukum, bahkan biaya pengobatan korban Baginda Syarif dan upah -upah tondinya ditanggung Kasat Reskrim Polres Palas AKP Aman Putra B.SH dan Camat Barumun dan Barumun Baru serta Mantan Kepala Desa Hasahatan Jae.

“Biaya pengobatan dan upah upah tondi serta perbaikan sepeda motor korban yang rusak keseluruhan berjumlah Rp 1.440.000 dengan rincian Rp 500 ribu perbaikan sepeda motor yang rusak dan biaya pengobatan Rp 240 ribu serta sisanya untuk upah -upah tondi korban pemukulan,” jelasnya. (Darma Siregar)

Pos terkait