KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak 24 hingga 27 November 2025. Hujan dengan intensitas tinggi dan ekstrem memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin puting beliung di 13 kabupaten/kota.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Sumut, sedikitnya 47 orang meninggal, 9 hilang, 67 luka-luka, dan ribuan warga mengungsi.
Banjir dan Longsor Meluas di Langkat, Tapteng, dan Sibolga
Hujan lebat sejak Rabu, 26 November 2025, memicu banjir di empat kecamatan di Kabupaten Langkat. Petugas BPBD langsung melakukan evakuasi serta pendataan, namun jumlah korban dan kerusakan rumah masih dihimpun. Wilayah tersebut membutuhkan tambahan personel, logistik, peralatan, serta dukungan komunikasi dan listrik.
BACA JUGA: Banjir dan Longsor Tapteng: Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Korban Tertimbun
Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), banjir bandang dan tanah longsor melanda 13 lokasi di tujuh kecamatan pada 25 November 2025. Bencana ini menewaskan 4 warga, merusak satu masjid dan empat sekolah. Petugas di lapangan terus mengevakuasi masyarakat serta menghimpun data lanjutan.
Di Kota Sibolga, banjir bandang dan longsor di empat kecamatan menelan korban jiwa terbanyak sejauh ini, yaitu 17 orang. Petugas masih mendata kerusakan rumah serta infrastruktur yang terdampak.
Mandailing Natal, Tapsel, dan Taput Terparah Dari Sisi Pengungsian
Banjir bandang, longsor, dan puting beliung melanda 19 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebanyak 776 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Peristiwa yang terjadi 26 November itu juga merusak 14 rumah, lahan pertanian seluas 85 hektare, satu sekolah, dan satu jembatan Bosi.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Aek Sipilit, Warga Tapteng Mulai Mengungsi
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat dampak terbesar dari sisi korban dan pengungsian. Banjir bandang dan longsor dari tujuh kecamatan menewaskan 15 orang, melukai 58 warga, serta membuat 3000 jiwa mengungsi. Sebanyak 330 rumah juga terdampak.
Di Tapanuli Utara (Taput), banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan 3 warga meninggal, 5 hilang, dan 19 KK mengungsi. Selain merusak 69 rumah, bencana juga memutus satu jembatan dan merusak empat titik jalan.
Sejumlah Daerah Lain Juga Dilanda Banjir dan Longsor
Kota Padangsidimpuan melaporkan banjir bandang yang menewaskan satu orang dan memaksi 870 warga mengungsi.
BACA JUGA: Ratusan Rumah Terendam Banjir di Langkat, Basarnas Evakuasi Warga
Di Kabupaten Pakpak Bharat, banjir bandang dan longsor menewaskan 2 orang dan merusak fasilitas jalan.
Nias Selatan mengalami tanah longsor yang mengganggu akses jalan, sementara satu rumah rusak berat.
Di Humbang Hasundutan, banjir bandang di Pakkat menewaskan 5 orang dan melukai 9 lainnya. BPBD mengerahkan alat berat dan Dinas Sosial mendirikan dapur umum.
Kota Binjai turut diterjang banjir di 20 kelurahan. BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan melakukan evakuasi, pemantauan, serta mendirikan pos kesehatan dan dapur umum.
BACA JUGA: Sungai Wampu Meluap, Ribuan Rumah di Langkat Terendam Banjir
Kota Medan juga dilaporkan mengalami banjir pada 27 November, namun pendataan masih berlangsung.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kliksumut.com, banjir terjadi di sedikitnya 16 titik di Kota Medan, Kamis (27/11/2025).
Lokasi Terdampak Banjir di Medan
- Simpang Kampung Lalang (tinggi air diatas jalan mencapai pinggul orang dewasa).
- Simpang Manhatan(terendam dan arus air deras).
- Komplek Perumnas Helvetia (tinggi air ±1 meter di pemukiman).
- Jl. Dr Mansyur kawasan Kampus Universitas Sumatera Uutara (air meluap deras).
- Jl. Gaharu dan Jl. Bambu sekitarnya (tergenang, air deras hingga lutut).
- Jl. Bhayangkara & Simpang Jl. Pancing (kendaraan R2 tidak bisa melintas).
- Jl. Letda Sujono kawasan Pintu Tol Bandar Selamat (air tergenang hingga lutut orang dewasa).
- Depan Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universita Medan Area (lumpuh total).
- Jl. Yos Sudarso Brayan (air menggenangi pemukiman warga).
- Simp Kantor Jl. Jamin Ginting (lumpuh total).
- Simpang Canang & Belawan sekitarnya (air semakin dalam hingga dada orang dewasa saat air laut pasang).
- Marelan Raya, Pasar 3, Pasar 4, dan Pasar 5 (air tergenang hingga lutut orang dewasa).
- Jl. SM Raja depan Tamora Waterpark (arus air deras melintasi jalan raya).
- Jl. Katamso, Gang Pelita II kawasan Sungai Deli (tinggi air mencapai 2 meter).
- Kawasan Kanal Johor (air melimpah menggenangi pemukiman warga).
- Jl. Karet Simalingkar (air menggenangi rumah warga).
BACA JUGA: KAMMI Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera
Adapun di Kabupaten Deli Serdang, banjir setinggi 30–60 cm akibat pasang laut dan hujan lebat merendam 226 rumah dan memaksa warga mengungsi ke dua masjid.
Berdasarkan pantauan, banjir terparah berada di kawasan Komplek Perumahan Puri Indah Marendal I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang (tinggi air hampir tenggelamkan rumah warga).
Secara keseluruhan, BPBD Sumut menyebut total korban mencapai 123 orang, terdiri dari 47 meninggal, 9 hilang, dan 67 luka-luka.
“Demikian dilaporkan sementara, untuk informasi lanjutan akan disampaikan selanjutnya,” tulis Pusdalops BPBD Sumut dalam laporannya kepada Gubernur Bobby Nasution. (KSC)
LAPORAN: Tim Redaksi








