KLIKSUMUT.COM – Nama Lakuna mungkin tidak sepopuler band besar lainnya, namun kiprahnya di industri musik Indonesia pada awal 2000-an menyimpan cerita menarik. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini sempat mencuri perhatian publik sebelum akhirnya bubar di tahun 2001.
Lakuna digawangi oleh Krisna Yulianto (vokal), Andit Tjahjo (gitar), Budi Rahardjo (gitar), Ari Noviar (keyboard), Eko Sulistiyo (bass), dan Resi Hanggono (drum). Mereka dikenal sebagai salah satu band potensial yang muncul di era kebangkitan musik pop-rock Indonesia.
Perjalanan Lakuna mulai dikenal luas saat mereka bergabung dalam album kompilasi KLIK! yang dirilis tahun 2000 oleh Warner Music Indonesia. Dalam album tersebut, Lakuna tampil bersama band lain seperti Ungu, Piknik, Borneo, dan Energy.
Lakuna menyumbangkan dua lagu berjudul Berlari, Berjalan dan Selamat Tinggal, yang sukses menarik perhatian industri musik saat itu.
Melihat potensi besar Lakuna, Warner Music Indonesia kemudian mengontrak mereka untuk merilis album penuh. Hasilnya, pada tahun 2001 Lakuna meluncurkan album debut berjudul 525862.
BACA JUGA: Band La Luna: Perjalanan Karier, Lagu Hits, dan Eksistensi di Industri Musik Indonesia
Uniknya, judul album tersebut terinspirasi dari angka keypad ponsel jadul yang merepresentasikan nama “Lakuna”. Album ini langsung melejit di pasaran, terutama lewat lagu hits seperti Terus Berganti dan Sesuatu.
Kesuksesan ini sempat membuat Lakuna digadang-gadang sebagai salah satu band masa depan di industri musik Tanah Air.
Sayangnya, di tengah popularitas yang sedang naik, Lakuna harus menghadapi berbagai kendala internal. Gitaris Andit menjadi yang pertama keluar karena kesibukan pekerjaan di luar musik, disusul Ari yang kemudian memilih fokus membangun studio rekaman (sebelum wafat pada 2021).
Personel lainnya seperti Budi, Eko, Krisna, dan Resi sempat melanjutkan perjalanan musik dengan membentuk band baru, sebelum akhirnya meniti karier masing-masing.
Budi Rahardjo kemudian dikenal luas sebagai pendiri band Drive pada 2005. Sementara itu, Eko berkarier sebagai sound engineer, dan Krisna beralih menjadi manajer artis, termasuk untuk Dewi Sandra.
BACA JUGA: Perjalanan Band Alternatif Rock 90-an yang Bangkit dari Eksperimen hingga Vakum
Meski hanya aktif dalam waktu singkat, Lakuna meninggalkan jejak penting di industri musik Indonesia. Lagu-lagu mereka masih dikenang sebagai bagian dari era keemasan musik pop Indonesia awal 2000-an.
Band ini resmi bubar pada tahun 2001, namun kisah perjalanan mereka tetap menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda di Tanah Air. (KSC)
TIM REDAKSI








