KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Mantan Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, menekankan pentingnya segera merealisasikan Medan Satu Data, program digitalisasi kependudukan yang dapat memperkuat akurasi dan akuntabilitas data penduduk. Sistem elektronik ini akan membantu lebih dari dua juta warga Kota Medan tercatat secara real time, sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
Hal ini mengemuka saat Aulia memaparkan pandangannya di hadapan awak media Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara (Sumut) pada acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Dara Kupi, Medan Sunggal, Rabu (31/12/2025).
Mengusung tema ‘Menjelang Satu Tahun Wali Kota Rico Waas, Adakah Medan Berubah?’ ini dibuka Ketua DPW IMO Indonesia Sumut H. Nuar Erde, dipandu Wakil Sekretaris DPW IMO Sumut Amirsyam, dan dihadiri pengurus serta awak media.
BACA JUGA: Aulia Rachman Batal Maju di Pilkada Medan 2024: Dukungan Partai Terguncang, Fokus Kembali ke Bisnis
Medan Satu Data Belum Terealisasi
Dalam paparannya, Aulia menilai program Medan Satu Data sudah tercantum dalam visi Wali Kota Medan Rico Waas, tetapi implementasinya belum terlihat nyata.
“Medan Satu Data ada dalam visi Wali Kota. Tetapi pada implementasi program belum terlihat bagaimana itu terwujud. Padahal pendokumentasian data digital masyarakat sangat penting agar publik bisa mengakses berbagai program Pemko Medan, termasuk bantuan sosial, sehingga tepat sasaran dan tidak dimanipulasi oknum di lapangan,” ujarnya.
Founder Aulia Rachman Institut itu menegaskan bahwa sistem data terintegrasi akan mencegah kebocoran anggaran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Data yang akurat memungkinkan pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien.
BACA JUGA: Aulia Rachman Siap Dukung Rico Waas di Pilkada Medan 2024: Fokus pada Kesejahteraan dan Pendidikan
Aulia menambahkan, visi Wali Kota Medan adalah mewujudkan Medan BERTUAH (Berbudaya, Energik, Ramah, Tertib, Unggul, Aman, dan Humanis) yang inklusif, maju, dan berkelanjutan menuju Medan Satu Data. Namun hingga akhir tahun pertama kepemimpinan, konsep ini belum terlihat di lapangan.
“Sebagai warga kota, kita punya tanggung jawab mendukung keberhasilan Wali Kota. Kami siap berkontribusi jika dibutuhkan,” tegasnya.
Pengelolaan Anggaran Masih Jadi Sorotan
Forum refleksi juga menyoroti tata kelola anggaran Pemko Medan tahun 2025 yang belum optimal. Beberapa program dianggap tidak sesuai kebutuhan publik.
BACA JUGA: Aulia Rachman Maju di Pilkada Medan dan Siap Ganti Partai, Rion: Pindah Partai Jadi Hal Biasa
Salah satu sorotan utama adalah tender Festival Semarak Akhir Tahun Dinas Pariwisata Medan senilai Rp1,2 miliar. Tender sempat bergulir, namun Pemko Medan membatalkannya akibat bencana. Kemudian akan menayangkan kembali dalam waktu singkat.
Sementara mantan Direktur Forum Indonesia untruk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut, Elfenda Ananda, menilai kebijakan tersebut menunjukkan lemahnya manajemen perencanaan.
“Ini bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi bentuk kecerobohan perencanaan. Apalagi kegiatan seremonial semacam ini tidak dianjurkan sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, sementara masyarakat tengah menghadapi bencana,” ujarnya.
BACA JUGA: Seleksi Direksi Tiga PUD Medan Mandek, Wali Kota Rico Waas Soroti Dugaan Rekayasa Nilai
Narkoba dan Kriminalitas Jadi Tantangan
Pembicara lain, Nasrullah, M.Pd., MH, menyoroti maraknya peredaran narkoba di Kota Medan, yang menempatkan kota ini sebagai pengguna narkoba tertinggi di Sumatera Utara. Kondisi ini berdampak pada posisi Sumut di tingkat nasional.
Ia menekankan bahwa penindakan kepolisian saja tidak cukup tanpa dukungan anggaran Pemko Medan. Tingginya angka kriminalitas juga terkait kesenjangan ekonomi, khususnya di wilayah Medan Utara yang masih tertinggal dalam pembangunan.
“Ini menjadi PR besar Wali Kota Medan ke depan. Data yang objektif dan akurat sangat penting agar kebijakan tepat sasaran,” katanya.
Acara refleksi berakhir dengan sesi tanya jawab interaktif, menghadirkan berbagai pandangan dari aktivis, akademisi, dan jurnalis mengenai tantangan dan harapan terhadap kinerja Pemerintah Kota Medan ke depan. (KSC)
REPORTER: Arif Genta Buana








