KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat melalui postur anggaran Tahun Anggaran 2027 yang lebih berorientasi pada pelayanan publik dan pemerataan akses energi nasional.
Dari total pagu indikatif sebesar Rp27,33 triliun, sekitar 82 persen atau Rp22,48 triliun akan dialokasikan untuk program-program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pembangunan jaringan gas kota (Jargas), listrik desa (Lisdes), bantuan pasang baru listrik (BPBL), hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Komitmen tersebut disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam Rapat Kerja Penetapan RKA-K/L dan RKP Tahun 2027 bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Menurut Bahlil, hanya sebagian kecil dari total anggaran yang digunakan untuk kebutuhan operasional kementerian. Sebaliknya, mayoritas anggaran difokuskan pada program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas akses energi hingga ke pelosok daerah.
“Jadi hanya sekitar 13 persen dari total pagu anggaran Kementerian ESDM yang dipergunakan untuk operasional. Selebihnya kami fokuskan untuk program-program yang menyentuh langsung masyarakat,” tegas Bahlil dikutip Rabu (17/6/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Salah satu proyek strategis yang mendapat perhatian besar dalam Anggaran ESDM 2027 adalah pembangunan Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem).
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3,948 triliun untuk proyek tersebut yang bertujuan mengalirkan gas bumi dari wilayah surplus energi ke daerah yang membutuhkan, khususnya menghubungkan kawasan Sumatera dan Jawa.
Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.
Program Jaringan Gas Kota (Jargas) juga menjadi salah satu prioritas utama Kementerian ESDM.
Pada tahun 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,212 triliun untuk memperluas jaringan gas rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih efisien dan terjangkau.
BACA JUGA: Bahlil Tegaskan Gross Split Hanya Berlaku di Sektor Migas, Aturan Minerba Tidak Berubah
“Jargas menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG dengan memanfaatkan gas alam yang tersedia di dalam negeri,” kata Bahlil.
Dalam upaya memperluas akses energi yang berkeadilan, program Listrik Desa (Lisdes) memperoleh alokasi anggaran terbesar.
Pemerintah menganggarkan sekitar Rp9,746 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan terpencil.
Selain itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk keluarga kurang mampu juga mendapat dukungan dana sebesar Rp520 miliar.
Kementerian ESDM juga melanjutkan sejumlah proyek strategis nasional di sektor gas bumi yang dikerjakan secara multiyears.
Di antaranya:
- Pipa Transmisi Gas Semarang–Solo: Rp702,38 miliar
- Pipa Transmisi Gas Cirebon–Bandung: Rp577,56 miliar
Kedua proyek tersebut menjadi bagian penting dari penguatan jaringan gas nasional guna meningkatkan keandalan pasokan energi antardaerah.
Selain fokus pada energi fosil, pemerintah juga mempercepat transisi menuju energi bersih melalui berbagai program energi baru terbarukan (EBT).
Dalam Anggaran ESDM 2027, pemerintah mengalokasikan:
- Rp635,2 miliar untuk program motor listrik
- Rp815,6 miliar untuk program kompor listrik
- Rp58,58 miliar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Program kompor listrik dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus memperluas pemanfaatan energi domestik yang lebih efisien.
“Program kompor listrik dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG. Ke depan kita juga akan memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif lainnya termasuk CNG,” jelas Bahlil.
BACA JUGA: Bahlil Lahadalia Tegaskan Diversifikasi Energi Jadi Kunci Ketahanan Energi ASEAN
Melalui postur anggaran yang berpihak kepada masyarakat, pemerintah berharap pembangunan sektor energi dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
Penguatan infrastruktur energi, perluasan akses listrik, pembangunan jaringan gas, hingga pengembangan energi baru terbarukan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
Dengan alokasi anggaran yang mayoritas ditujukan untuk program rakyat, Kementerian ESDM optimistis mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka akses energi yang lebih inklusif hingga ke pelosok Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





