KLIKSUMUT.COM | BIRMINGHAM – Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/ Rahmat Hidayat sukses melangkah ke babak berikutnya di ajang All England Open Badminton Championships 2026 setelah tampil dominan di babak 32 besar.
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Rian/Rahmat menundukkan pasangan Chinese Taipei Liu Kuang Heng / Yang Po Han dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-16.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi Rahmat Hidayat yang menjalani debutnya di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Usai pertandingan, Rian mengungkapkan rasa syukurnya karena pertandingan berjalan lancar tanpa kendala cedera.
Menurutnya, sejak awal mereka sudah mengantisipasi permainan cepat dan bertenaga dari pasangan Chinese Taipei tersebut.
“Kami sudah mempersiapkan pertandingan ini karena pasangan Taipei biasanya punya speed dan power yang sangat baik. Kami juga melihat ada pergerakan kurang nyaman dari Yang Po Han dan itu cukup menguntungkan kami,” ujar Rian, Kamis (5/3/2026)
Rian juga memberikan pesan khusus kepada Rahmat yang baru pertama kali tampil di All England.
Ia meminta pasangannya untuk bermain tanpa beban dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
“Ini turnamen All England pertama Rahmat, jadi harus nothing to lose. Kami datang bukan sebagai unggulan, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Siapapun lawannya harus selalu siap dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Sementara itu, Rahmat Hidayat mengaku sempat merasakan ketegangan saat tampil di panggung besar seperti All England.
BACA JUGA: All England 2026: Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri Lolos Dramatis ke 16 Besar
Namun ia mencoba menikmati pertandingan agar tidak terbebani tekanan.
“Ini All England pertama saya, pasti ada rasa nervous. Tapi kalau dipikirkan terus malah jadi beban, jadi saya mencoba mengalir saja dan memberikan yang terbaik,” kata Rahmat.
Ia juga tidak menutup ambisinya untuk meraih gelar di turnamen prestisius tersebut.
“Ini salah satu impian saya. Pastinya ingin juara di sini, tapi tidak boleh terlalu menggebu-gebu,” ujarnya.
Hasil berbeda justru dialami pasangan Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani yang harus tersingkir di babak 32 besar.
Unggulan ketujuh tersebut takluk dari pasangan Prancis Christo Popov / Toma Junior Popov dengan skor 12-21, 12-21.
Reza mengungkapkan bahwa kondisi shuttlecock yang lambat membuat strategi serangan mereka tidak berjalan efektif.
“Kami kesulitan hari ini karena shuttlecock sangat lambat. Saat menyerang tidak tembus, lalu ketika diserang balik juga kurang siap,” jelas Reza.
Sabar menambahkan bahwa pertandingan kali ini terasa berbeda dibanding pertemuan sebelumnya.
Menurutnya, selain faktor shuttlecock yang terasa berat, Popov bersaudara juga tampil sangat rapi sepanjang laga.
BACA JUGA: Hee Yong Kai Terry/Gloria Widjaja Dipaksa Menyerah oleh Unggulan China
“Ini pertemuan kedua kami, tapi kondisi hari ini benar-benar berbeda. Selain shuttlecock cukup berat, Popov bersaudara bermain sangat baik dan rapi, sementara kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik,” kata Sabar.
Meski harus tersingkir lebih awal, pasangan ini bertekad menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Kami harus belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen berikutnya bisa tampil lebih baik,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI








