Hee Yong Kai Terry/Gloria Widjaja Dipaksa Menyerah oleh Unggulan China

Hee Yong Kai Terry/Gloria Widjaja Dipaksa Menyerah oleh Unggulan China
Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja

KLIKSUMUT.COM | BIRMINGHAM –  Laga sengit tersaji di nomor ganda campuran XD-R32 ketika pasangan Singapura/Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja, harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, lewat pertarungan tiga gim 21-18, 18-21, 19-21.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga poin-poin krusial gim penentuan. Meski sempat membuka peluang besar untuk menang, Terry/Gloria akhirnya gagal mengunci kemenangan dan harus tersingkir di babak 32 besar

Bacaan Lainnya

Terry mengaku kecewa tak mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan, meski ia merasa sudah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.

“Pasti kecewa tidak bisa menang tapi kami sudah mencoba 100 persen. Kami fight setiap poin, tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,” ujar Terry usai laga, Selasa (3/3/2026)

Sejak hasil undian mempertemukan mereka dengan unggulan pertama, Terry menyadari laga tidak akan mudah. Namun, ia dan Gloria memilih fokus menikmati permainan dan tidak menyerah sebelum bertanding.

“Saat undian keluar kami tahu ini tidak akan mudah, tapi kami berpikir masih ada peluang. Jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding dan tadi coba enjoy setiap poin.”

Strategi tersebut terbukti ampuh di gim pertama saat mereka tampil agresif dan disiplin hingga merebut kemenangan 21-18. Namun, konsistensi dan ketenangan menjadi pembeda di dua gim berikutnya.

Gloria Emanuelle Widjaja menyoroti aspek non-teknis sebagai faktor yang membuat mereka gagal mengamankan poin-poin krusial.

BACA JUGA: Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil Juara XD, Tundukkan Bobby/Melati Lewat Laga Dramatis Tiga Gim

“Di poin krusial itu kami berpikir ada peluang untuk menang, kami pasti mau ambil. Tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya. Lebih non-teknisnya, tapi secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik.”

Menurut Gloria, penyesalan terbesar ada di momen-momen akhir saat kesempatan mengambil alih permainan justru tidak bisa dimaksimalkan.

“Penyesealannya mungkin di poin akhir saja tidak bisa take over.”

Menariknya, di laga ini Terry/Gloria mendapat dukungan langsung dari pebulutangkis Malaysia, Goh Soon Huat, yang hadir bersama pelatihnya untuk memberikan pendampingan. Kehadiran mereka terasa spesial mengingat pelatih utama Terry tidak dapat mendampingi di turnamen kali ini.

“Kami berteman baik, jadi sangat senang mereka bisa membantu dan memberikan insight-insight yang baru tadi,” kata Terry.

Kehadiran Goh dinilai memberikan perspektif tambahan dalam strategi dan pendekatan permainan, terutama saat menghadapi pasangan top dunia.

Bagi Gloria, kebersamaan dengan Terry dalam empat turnamen terakhir menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia menilai perbedaan mindset antara dirinya, Terry, serta masing-masing pelatih justru memperkaya proses adaptasi mereka sebagai pasangan baru.

“Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dengan Terry, dengan pelatih saya dan dengan pelatih dia Terry, itu bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang sih.”

BACA JUGA: Zaki Ubaidillah Juara Master Thailand 2026

Meski langkah mereka terhenti di babak awal, performa melawan unggulan pertama menunjukkan potensi besar pasangan ini untuk terus berkembang di turnamen-turnamen berikutnya.

Dengan evaluasi di sektor ketenangan dan penyelesaian poin akhir, Terry/Gloria berpeluang bangkit dan menjadi ancaman serius di level internasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait