449 Ribu Tenaga Kerja di Sumut Terdampak PPKM

449 Ribu Tenaga Kerja di Sumut Terdampak PPKM
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo

Diakuinya tingkat capaian vaksinasi Sumut masih di bawah nasional. Karena itu diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan proses vaksinasi hingga dapat mencapai tingkat herd imunity 70 persen.

Menurutnya pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai lokasi di Sumut berkolaborasi dengan Forkopimda merupakan upaya yang ditempuh  Pemerintah untuk mengejar percepatan target vaksinasi. 

Lebih lanjut dipaparkannya, menurut lapangan usahanya,  pertanian masih menjadi sektor dengan jumlah tenaga terbanyak, diikuti dengan industri pengolahan.

Soekowardojo menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sumut pada  2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam -1,07 persen (yoy).

“Dengan adanya rebound ekonomi yang terjadi pada triwulan II-2021, diproyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 akan terus terakselerasi,” ucap Soekowardojo

Meskipun perkembangan kasus positif Covid-19 serta penerapan kebijakan PPKM Level 4 diprakirakan akan menahan laju permintaan domestik, namun upaya akselerasi vaksinasi diproyeksi menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Pemerintah dan Bank Indonesia Sepakati 12 Program Sinergi Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah

Soekowardojo optimis pada keseluruhan 2021, ekonomi Sumut diprakirakan akan terakselerasi dengan potensi bias bawah, sejalan dengan pelaksanaan kebijakan PPKM Level 4.   

Pembatasan kegiatan yang diterapkan sejak 3 Juli 2021 di sejumlah daerah berjalan efektif, tercermin dari mobilitas masyarakat yang tertahan.

Namun hasil SK dan Survei Pedagang Eceran (SPE) menunjukkan PPKM turut berpotensi memperlambat akselerasi pertumbuhan utamanya konsumsi rumah tangga.    

Menurutnya, pelaku usaha dari hasil Liaison mengonfirmasi adanya penurunan permintaan domestik dan harga jual memasuki triwulan III 2021.

Di sisi lain terdapat angin segar dari eksternal, di mana kinerja ekspor terus menguat, ditopang apresiasi harga komoditas dan perbaikan PMI mitra dagang.    

Ia menjelaskan akselerasi ekonomi Sumut tahun 2021 juga ditopang dengan naiknya beberapa sektor  pertanian (21,82 persen pangsa terhadap PDRB), produksi perkebunan meningkat hasil replanting 2012. Kepmen Pertanian No.833/KPTS/SR.020/M/12/2019 mendukung
peningkatan kebun kelapa sawit. Industri Pengolahan juga tumbuh dengan pangsa terhadap PDRB 19,54 persen. 

Menurutnya optimisme perbaikan kinerja secara keseluruhan sebagai efek positif dari vaksinasi dan adaptasi kebiasaan baru. (Swisma)

Pos terkait