KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Asahan memperketat persiapan fisik para jemaah. Sebanyak 247 calon haji mengikuti pemeriksaan kebugaran jasmani yang digelar oleh Dinas Kesehatan setempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (20/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipatif menghadapi tantangan ibadah haji, yang tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik. Selain rangkaian ibadah yang padat, para jemaah diperkirakan akan menghadapi suhu ekstrem di Arab Saudi yang dapat mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.
BACA JUGA: 13 Calon Jemaah Haji Asal Karo, Pemkab Karo Gelar Njungjungken Beras Piher
Kepala Dinas Kesehatan Asahan, Hari Sapna, menjelaskan bahwa pemeriksaan kebugaran tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016. Setiap jemaah menjalani serangkaian tahapan yang dirancang untuk mengukur kemampuan fisik secara menyeluruh dan individual.
Tahapan dimulai dari skrining medis, meliputi pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, serta pengisian kuesioner kesiapan aktivitas fisik atau Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q). Setelah itu, jemaah mengikuti uji ketahanan melalui metode Rockport, yakni berjalan cepat sejauh 1.600 meter atau sekitar empat putaran di area lokasi kegiatan.
Seluruh hasil kemudian dievaluasi melalui konsultasi langsung dengan dokter untuk menentukan tingkat kebugaran masing-masing.
“Haji adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Kami ingin setiap jemaah memahami batas dan kemampuan tubuhnya sebelum berangkat,” ujar Hari Sapna.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kesehatan selama di Tanah Suci, terutama akibat suhu panas yang ekstrem. Ia mengingatkan jemaah agar tidak mengabaikan kebutuhan dasar tubuh selama menjalankan ibadah.
“Suhu di sana bisa sangat tinggi. Jangan menunggu haus untuk minum, gunakan pelindung kepala, dan jaga asupan nutrisi. Ini penting untuk mencegah dehidrasi dan heat stroke,” ujarnya di hadapan para calon haji.
Rianto juga memastikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan kesehatan secara maksimal hingga hari keberangkatan, yang dijadwalkan pada Selasa, 28 April 2026, pukul 04.00 WIB.
BACA JUGA: Sinergi PKK Sumut dan Pemkab Asahan: HKG ke-54 Jadi Tonggak Transformasi Kesehatan Masyarakat
Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan Kementerian Agama setempat sebagai bagian dari sinergi pelayanan bagi para jemaah. Pemeriksaan kebugaran tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai langkah pemetaan kondisi kesehatan sejak dini guna menekan potensi risiko medis selama pelaksanaan ibadah haji.
Sebagai penutup, para jemaah juga mendapatkan edukasi mengenai latihan fisik ringan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah selama sepekan menjelang keberangkatan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jemaah asal Asahan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari





