MEDAN | kliksumut.com – Meskipun pada awal 2021, Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan tekanan inflasi, namun secara keseluruhan di tahun ini inflasi diperkirakan meningkat yang didorong mulai pulihnya kegiatan ekonomi masyarakat akibat kondisi pandemi yang membaik.
“Adanya daya beli masyarakat yang diprakirakan membaik karena lapangan kerja kembali normal dan kapasitas produksi berangsur menuju optimal. Prakiraan ini sebaiknya perlu menjadi perhatian kita semua, sehingga kebijakan pengendalian inflasi yang ditempuh akan terus fokus terhadap tiga upaya pengendalian inflasi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Pemko Medan Gelar Aksi Pariwisata Rapid Test Swab Antigen
Disebutkannya, inflasi pada indeks harga konsumen (IHK) secara umum didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat (asumsi pandemi Covid-19 telah diimbangi penanganan kesehatan serta vaksinasi dan pemulihan ekonomi berjalan optimal)
Inflasi inti karena meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan perekonomian yang membaik, lapangan kerja yang kembali normal serta tunjangan-tunjangan yang kembali dibayarkan.
Baca juga: Edy Ahuat Terpilih Secara Aklamasi Ketua POBSI Medan Periode 2021-2025
Sedangkan inflasi volatile food terjadi meningkatnya harga komoditas bumbu-bumbuan, khususnya cabai merah, seiring dengan produksi yang belum optimal di tengah permintaan yang tinggi.
Sementara inflasi Adm Prices karena penyesuaian tarif listrik ke kondisi normal pasca Covid-19, meningkatnya kebutuhan energi setelah aktivitas produksi berjalan normal.
Baca juga: Perang Antar Genk di Jalan AR Hakim Berhasil Diamankan Polsek Medan Area
Pada bincang bareng media itu Soekowardojo didampingi Deputi Kepala Perwakilan Andiwiana Septonarwanto dan Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Ibrahim juga menyebutkan pada awal 2021, Sumatera Utara tercatat mengalami penurunan tekanan inflasi dibandingkan tahun 2020. Penurunan terjadi di beberapa kelompok, terutama deflasi pada kelompok dengan andil terbesar yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau.







