KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Menjelang keberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, persiapan jemaah calon haji (calhaj) Embarkasi Medan terus dimatangkan. Salah satunya datang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar Raudhah Ibnu Halim yang telah menyiapkan ratusan jemaah secara intensif.
Pimpinan KBIHU Ar Raudhah Ibnu Halim, Fadli Ramadan, mengungkapkan bahwa seluruh calhaj telah mengikuti bimbingan manasik haji sebanyak 16 kali pertemuan sebagai bekal utama menuju Tanah Suci.
“Sebanyak 107 jemaah calon haji kita tahun ini sudah mendapatkan pembekalan manasik secara menyeluruh. InsyaAllah mereka siap menjalankan ibadah haji secara mandiri,” ujar Fadli, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, ratusan jemaah tersebut akan diberangkatkan melalui Embarkasi Medan mulai 22 April 2026 secara bertahap dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 13, 16, dan 17.
“Total ada 107 jemaah yang terbagi dalam tiga kloter. Meskipun terpisah, seluruh jemaah telah dibekali pemahaman agar tetap mandiri selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” jelasnya.
Fadli Ramadan sendiri merupakan penerus kepemimpinan dari almarhum Ilyas Halim yang sebelumnya memimpin KBIHU tersebut. Di bawah kepemimpinannya, pembinaan jemaah terus ditingkatkan dengan menghadirkan pemateri berkompeten di bidang ibadah haji.
Ia menambahkan, dari total jemaah tersebut, dirinya akan turut mendampingi kloter 17 bersama 45 jemaah lainnya. Kloter ini dijadwalkan menjadi rombongan terakhir yang berangkat dari Indonesia pada 11 Mei 2026.
Selain memastikan kesiapan materi ibadah, Fadli juga mengingatkan jemaah yang berangkat lebih awal, khususnya kloter 13 dan 16, untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Jemaah harus menjaga stamina, disiplin mengikuti arahan ketua kloter, serta pembimbing ibadah di masing-masing rombongan. Dengan bekal manasik 16 kali, kami optimistis jemaah bisa mandiri dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan,” katanya.
Menariknya, untuk musim haji tahun ini, kloter terakhir dari Sumatera Utara disebut menjadi satu-satunya yang mendapatkan kebijakan tanazul dari Kementerian Haji dan Umrah. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan tambahan bagi jemaah dalam menjalankan ibadah.
BACA JUGA: Menhaj Hentikan Wacana “War Tiket” Haji, Fokus Maksimalkan Penyelenggaraan Haji 2026
“Semoga kebijakan ini bisa membantu dan mempermudah pelaksanaan ibadah haji para jemaah,” pungkas Fadli.
Dengan berbagai persiapan matang tersebut, jemaah KBIHU Ar Raudhah Ibnu Halim diharapkan mampu menjalankan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan meraih predikat haji mabrur. (KSC)








