Wisata Air Panas Sampuraga Mandailing Natal, Legenda Anak Durhaka yang Jadi Daya Tarik Wisata Sumut

Wisata Air Panas Sampuraga Mandailing Natal, Legenda Anak Durhaka yang Jadi Daya Tarik Wisata Sumut
Kawah Panas Sampuraga (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM – Sumatera Utara tak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyimpan kisah legenda yang sarat makna. Salah satunya adalah objek wisata kolam air panas Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Berjarak sekitar 474 kilometer dari Kota Medan, wisata air panas Sampuraga menjadi destinasi unik yang memadukan keindahan alam dengan cerita rakyat yang melegenda. Tempat ini dipercaya masyarakat sebagai lokasi kutukan seorang anak durhaka bernama Sampuraga, yang kisahnya kerap disamakan dengan legenda Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Kolam air panas Sampuraga memiliki suhu ekstrem, berkisar antara 90 hingga 100 derajat Celsius. Wisatawan dapat menyaksikan langsung air panas yang terus mendidih dan berbuih, namun tetap aman karena area tersebut telah dipagari oleh warga setempat.

Fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang penasaran dengan asal-usul kolam sekaligus ingin melihat langsung keunikan air panas alami di Mandailing Natal.

Menurut cerita rakyat yang berkembang, Sampuraga berasal dari Padang Bolak, wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Padang Lawas Utara. Ia hidup bersama ibunya yang seorang janda miskin dan bekerja sebagai pencari kayu bakar.

BACA JUGA: Pulau Poncan Gadang, Surga Bahari dan Jejak Sejarah Kolonial di Tapanuli Tengah

Demi mengubah nasib, Sampuraga meminta restu ibunya untuk merantau ke Sirambas. Dengan kerja keras dan ketekunan, ia berhasil menarik perhatian seorang saudagar kaya hingga akhirnya dinikahkan dengan putri saudagar tersebut.

Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi petaka. Saat pesta pernikahan berlangsung, sang ibu datang dengan harapan bertemu anak yang telah lama ia rindukan. Bukannya disambut, Sampuraga justru menyangkal ibunya sendiri karena merasa malu dengan kondisi sang ibu yang renta dan miskin.

Bacaan Lainnya

“Hei orang tua, kamu bukan ibu kandungku! Ibuku telah lama meninggal dunia. Pergi!” ucap Sampuraga, sebagaimana diceritakan dalam legenda.

Hati sang ibu hancur mendengar perlakuan anaknya. Ia pergi sambil berdoa dan memohon keadilan kepada Allah SWT. Tak lama berselang, datang badai, gempa, dan banjir besar yang menghancurkan kawasan tersebut.

Sampuraga pun tenggelam, dan lokasi istana tempat pesta pernikahan berubah menjadi sumur air panas. Tempat inilah yang kini dikenal sebagai Air Panas Sampuraga di Desa Sirambas.

BACA JUGA: Pantai Tureloto Nias Utara, “Laut Mati”-nya Indonesia yang Bikin Wisatawan Bisa Mengapung

Saat ini, wisata air panas Sampuraga telah dikelola sebagai objek wisata daerah. Setiap hari, banyak wisatawan lokal maupun luar daerah datang berkunjung, baik untuk menikmati keunikan alamnya maupun mengenal lebih dekat cerita rakyat Mandailing Natal.

Keindahan alam, fenomena air panas alami, serta legenda penuh pesan moral menjadikan Sampuraga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara yang wajib dikunjungi. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait