Wamenkop Dorong Mahasiswa UNNES Jadi Penggerak Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

Wamenkop Dorong Mahasiswa UNNES Jadi Penggerak Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Koperasi Merah Putih

KLIKSUMUT.COM | SEMARANG – Farida Farichah mengajak mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ajakan tersebut disampaikan Wamenkop dalam agenda Gerakan Literasi Perkoperasian bertajuk “Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi” yang digelar di Kampus UNNES, Semarang, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Farida menegaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam menyosialisasikan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kepada masyarakat desa, khususnya saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Seharusnya sumber daya desa dikelola oleh warga desa sendiri yang kesejahteraannya kembali ke desa. Koperasi ini adalah instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi agar pertumbuhan 8 persen tidak hanya dinikmati konglomerat,” ujar Farida.

Menurutnya, koperasi harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat desa agar ekonomi lokal tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Wamenkop menjelaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya akan mengelola enam unit usaha dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Beberapa unit usaha tersebut meliputi:

  • Gerai sembako
  • Klinik kesehatan
  • Apotek desa
  • Unit perkreditan mikro
  • Layanan ekonomi masyarakat lainnya

Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.

Sebagai langkah menjaga keberlanjutan operasional KDKMP, pemerintah juga tengah membuka rekrutmen tenaga manajer profesional untuk ditempatkan di desa-desa.

“Kita sedang mendesain sumber daya terbaik untuk dihadirkan di desa agar terjadi transfer pengetahuan kepada warga setempat,” kata Farida.

BACA JUGA: Pangdam I/BB Ikuti Launching 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo, Sumut Target 6.110 Unit

Ia menegaskan, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional agar mampu berkembang dan bersaing secara sehat.

Sebagai alumni UNNES, Farida turut berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kota besar setelah lulus kuliah.

Ia berharap generasi muda justru kembali ke daerah untuk membangun dan mengelola potensi ekonomi desa melalui koperasi.

“Jadilah penggerak koperasi, sampaikan kepada warga bahwa koperasi ini milik mereka, mereka berhak menjadi anggota, memiliki dan menjaganya demi kesejahteraan bersama,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan program strategis bertajuk “Waras Ekonomi”.

Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sistem ekonomi lokal sekaligus memperkuat pelaku UMKM melalui koperasi.

“Kami sedang menyiapkan program Waras Ekonomi yang menghadirkan integrasi untuk penyesuaian sistem ekonomi lokal. Kami siap menjadi pionir dan memohon kolaborasi dengan UNNES agar hasil insersi koperasi dari kampus bisa kami terapkan di pemerintahan,” ujar Agustina.

Sementara itu, Rektor UNNES S. Martono menegaskan pentingnya revitalisasi koperasi di kalangan generasi muda sebagai entitas bisnis modern berbasis kekeluargaan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar prinsip kekeluargaan tidak menghilangkan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi.

BACA JUGA: Tingkatan Ekonomi Masyarakat: Pemkab Asahan Siap Lakukan Percepatan Program Koperasi Merah Putih

“Harus dikembalikan bahwa koperasi didirikan sebagai bisnis. Jangan sampai atas nama keluarga, utang tidak dibayar dan yang menagih pun merasa tidak enak,” tegas Prof. Martono.

Menurutnya, koperasi masa depan harus mampu menggabungkan nilai gotong royong dengan tata kelola bisnis yang sehat, transparan dan profesional.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi motor baru penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Dengan keterlibatan mahasiswa, pemerintah daerah dan perguruan tinggi, koperasi diyakini dapat menjadi solusi pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait