Wali Kota Sibolga Hadiri Peringatan Hakordia

Wali Kota Sibolga Hadiri Peringatan Hakordia
ali Kota Sibolga, H. Jamaluddin Pohan menghadiri Pembukaan Acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar oleh KPK RI

MEDAN | kliksumut.com Wali Kota Sibolga, H. Jamaluddin Pohan menghadiri Pembukaan Acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar oleh KPK RI, di Lapangan Astaka Pancing, pada Selasa (29/11/22) pagi.

Dalam kegiatan yang bertemakan “Indonesia Pulih, Bersatu Berantas Korupsi” ini, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa momentum ini untuk mengevaluasi.

“KPK telah memberikan rambu-rambu. Hei kepala daerah, jangan kau lakukan, satu, yang berurusan dengan pengadaan barang dan jasa, dibikinkan koridor. Kedua, jangan kau lakukan jual beli jabatan. Yang ketiga, jangan kau lakukan gratifikasi. Yang keempat, jangan lakukan suap-menyuap. Yang kelima, jangan lakukan penggelembungan, mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban demi kepentingan pribadi. Saya berharap kita semua bersama melangkah, bersatu menghilangkan korupsi. Mari kita bergandeng tangan, berantas korupsi, membangun negeri,” tutup Gubsu.

BACA JUGA: Wali Kota Sibolga Serahkan Dana Hibah Untuk Al-Jam’iyatul Washliyah

Kemudian, dalam sambutan Wakil Ketua KPK RI, Alexander Marwata, menyampaikan, “Korupsi menjadi penghambat bagi pengentasan kemiskinan dan pembangunan. Paling terdampak dari perilaku korupsi itu adalah rakyat miskin. Kita masih melihat dan menemui kemiskinan itu masih di sekitar kita. Layanan kesehatan yang belum baik, angka pendidikan yang rendah, fasilitas sekolah masih banyak yang rusak, infrastruktur juga dibangun dengan kualitas yang tidak baik. Pak Edy sudah menyebutkan titik-titik rawan korupsi, ditambah lagi pengawasan yang lemah. Oleh karenanya, kami selalu mengingatkan komitmen para kepala daerah.”

“Dari survei penilaian integritas, ada peningkatan. Dari indeks perilaku anti korupsi juga meningkat. Artinya masyarakat semakin sadar, semakin memahami apa itu korupsi, sehingga tidak ingin korupsi. Dalam pemberantasan korupsi, KPK menerapkan tiga pendekatan yang kami sebut trisula, yakni melalui pendidikan, perbaikan sistem dan penindakan,” terang Wakil Ketua KPK RI, “Oleh karena itu, kami mengajak kalangan dunia usaha, termasuk BUMN/ BUMD, mari berbisnis secara profesional dan berintegritas. Hindarkan suap dalam mendapatkan proyek-proyek pemerintah. Kami mengajak semua lapisan masyarakat luas, teman-teman wartawan, semua elemen bangsa, mari kita cegah korupsi, karena cegah korupsi itu keren.”

Usai sambutan, Gubsu dan Wakil Ketua KPK RI melaunching Whistle Blowing System (WBS) Pemprovsu. Lalu, bersama dengan para Gubernur di Wilayah 1 KPK RI menandatangani komitmen antikorupsi pemda. Serta mengundang Unsur Forkopimda Sumut yang hadir, bersama-sama menabuh Gondang sebagai tanda opening ceremony Road to Hakordia yang berlangsung hingga Rabu, 30 November 2022.

Pos terkait